#道指下跌464点 Saham AS turun semuanya pada Kamis (6 Agustus). Dow Jones anjlok 464,02 poin, turun 0,85%, menjadi 53885,10 poin, mengakhiri tren lima hari kenaikan beruntun. ETF Dow Jones (DIA) ikut turun 0,85%.
Tiga pemicu utama tekanan jangka pendek
Pertama, ada variabel baru terkait jalur pelayaran Selat Hormuz yang kembali dibuka. Rancangan aturan pengelolaan pelayaran yang sedang disidangkan oleh parlemen Iran berencana melarang kapal AS dan milik Israel melintasi wilayah tersebut. Risiko geopolitik kembali mengemuka. WTI minyak mentah naik hampir 4% menembus 78 dolar, sementara minyak Brent mendekati 83 dolar. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Kedua, “suara hawkish” The Fed muncul lagi. Dilansir Financial Times, jika Waller melihat data inflasi yang terus cenderung panas, ia telah menyiapkan diri untuk memulai kembali kenaikan suku bunga pada September. Pejabat seperti Kashkari dan Cook juga menegaskan sikap untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,66%, dolar menguat, dan tekanan pun muncul pada valuasi.
Ketiga, kabar baik laporan kinerja sudah “habis”. Western Digital (WDC) turun 13,03% dan SanDisk (SNDK) turun 6,81%—selama setahun terakhir keduanya sempat naik lebih dari 500% dan 3000%. Meski kinerja kuartal lalu melampaui ekspektasi, panduan kuartal berikutnya tidak memenuhi ekspektasi pasar yang tinggi, sehingga terjadi aksi realisasi keuntungan secara terkonsentrasi. Sementara itu, manajemen Seagate (berkait dengan penyusunan ulang) turun 3,2%, menjadi salah satu beban penting bagi Dow Jones.
Fondasi jangka menengah–panjang masih ada
Dari 382 perusahaan di S&P 500 yang sudah merilis laporan laba, 84,8% melampaui ekspektasi—jauh di atas rata-rata historis 68%. Microsoft naik 2,54% dan mencetak rekor tertinggi, sementara setelah pembebasan saham SpaceX justru naik lagi 6,14%. Benang merah profit AI dan teknologi belum rusak.
Jangka pendek📉——menjelang Nonfarm Payroll (NFP) sebaiknya menunggu, harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga “menghantam” bersamaan, sehingga saham berkapitalisasi besar/indeks lebar seperti DIA tidak sebaiknya dikejar.
Jangka panjang📈——penurunan bisa dianggap sebagai peluang untuk menyusun posisi. Tunggu sampai jalur The Fed sudah lebih jelas dan risiko Selat Hormuz mereda, lalu pemimpin teknologi dan semikonduktor berkualitas berpotensi menghidupkan kembali tren kenaikan. Saham-saham yang seperti WDC dan SNDK—yang sebelumnya sudah tinggi—perlu memantau apakah perbedaan ekspektasi terhadap panduan (guidance) bisa pulih, baru kemudian memutuskan untuk “mengambil pisau yang jatuh”.
$DIA.ETF
$SNDK
$WDC
Tiga pemicu utama tekanan jangka pendek
Pertama, ada variabel baru terkait jalur pelayaran Selat Hormuz yang kembali dibuka. Rancangan aturan pengelolaan pelayaran yang sedang disidangkan oleh parlemen Iran berencana melarang kapal AS dan milik Israel melintasi wilayah tersebut. Risiko geopolitik kembali mengemuka. WTI minyak mentah naik hampir 4% menembus 78 dolar, sementara minyak Brent mendekati 83 dolar. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi.
Kedua, “suara hawkish” The Fed muncul lagi. Dilansir Financial Times, jika Waller melihat data inflasi yang terus cenderung panas, ia telah menyiapkan diri untuk memulai kembali kenaikan suku bunga pada September. Pejabat seperti Kashkari dan Cook juga menegaskan sikap untuk menaikkan suku bunga. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik ke 4,66%, dolar menguat, dan tekanan pun muncul pada valuasi.
Ketiga, kabar baik laporan kinerja sudah “habis”. Western Digital (WDC) turun 13,03% dan SanDisk (SNDK) turun 6,81%—selama setahun terakhir keduanya sempat naik lebih dari 500% dan 3000%. Meski kinerja kuartal lalu melampaui ekspektasi, panduan kuartal berikutnya tidak memenuhi ekspektasi pasar yang tinggi, sehingga terjadi aksi realisasi keuntungan secara terkonsentrasi. Sementara itu, manajemen Seagate (berkait dengan penyusunan ulang) turun 3,2%, menjadi salah satu beban penting bagi Dow Jones.
Fondasi jangka menengah–panjang masih ada
Dari 382 perusahaan di S&P 500 yang sudah merilis laporan laba, 84,8% melampaui ekspektasi—jauh di atas rata-rata historis 68%. Microsoft naik 2,54% dan mencetak rekor tertinggi, sementara setelah pembebasan saham SpaceX justru naik lagi 6,14%. Benang merah profit AI dan teknologi belum rusak.
Jangka pendek📉——menjelang Nonfarm Payroll (NFP) sebaiknya menunggu, harga minyak dan ekspektasi kenaikan suku bunga “menghantam” bersamaan, sehingga saham berkapitalisasi besar/indeks lebar seperti DIA tidak sebaiknya dikejar.
Jangka panjang📈——penurunan bisa dianggap sebagai peluang untuk menyusun posisi. Tunggu sampai jalur The Fed sudah lebih jelas dan risiko Selat Hormuz mereda, lalu pemimpin teknologi dan semikonduktor berkualitas berpotensi menghidupkan kembali tren kenaikan. Saham-saham yang seperti WDC dan SNDK—yang sebelumnya sudah tinggi—perlu memantau apakah perbedaan ekspektasi terhadap panduan (guidance) bisa pulih, baru kemudian memutuskan untuk “mengambil pisau yang jatuh”.
$DIA.ETF
$SNDK
$WDC