Rusia mengatakan telah melakukan uji skala besar terhadap sistem pertahanan udara berbasis laser baru yang dirancang untuk menanggulangi serangan drone, serta menggambarkan hasilnya sebagai "menjanjikan" setelah diuji terhadap beberapa jenis drone dalam berbagai kondisi cuaca. Pejabat mengatakan teknologi tersebut akan menjadi bagian dari "sistem pertahanan udara universal" yang sedang dikembangkan Moskow untuk menghadapi kampanye drone jarak jauh Ukraina yang semakin canggih, yang telah menyerang depot minyak, kilang, dan pangkalan udara jauh di dalam wilayah Rusia. Pemerintah mengatakan data hasil uji akan digunakan untuk menyempurnakan sistem sebelum beralih ke produksi massal. Dorongan terhadap pertahanan berbasis laser mencerminkan meningkatnya minat global pada alternatif biaya per tembakan yang lebih rendah dibanding pencegat rudal tradisional untuk menghadapi serangan drone massal.
$CTSI
$CTSI