Krisis Makna mewakili salah satu tantangan paling mendalam yang dihadapi masyarakat kontemporer. Diciptakan secara menonjol oleh ilmuwan kognitif John Vervaeke, istilah ini menggambarkan kondisi budaya dan eksistensial yang meluas yang ditandai oleh hilangnya tujuan, koherensi, dan hubungan yang mendalam dengan kehidupan. Ini terwujud dalam peningkatan tingkat kecemasan, depresi, putus asa, kecanduan, dan bunuh diri—terutama di negara-negara Barat yang makmur—bersama dengan rasa keterasingan yang meluas dan apa yang banyak orang deskripsikan sebagai "lautan omong kosong" dalam diskursus publik.#BTC100kNext? #WriteToEarnUpgrade #MarketRebound