Manajemen risiko bukan pengecut, melainkan aturan bertahan hidup bagi orang-orang cerdas.
Banyak orang menganggap “all-in” sebagai keberanian, dan “cut loss” sebagai rasa malu.
Namun para trader yang benar-benar bisa bertahan lama, semuanya paham satu hal:
selama modal tetap ada, bahkan kalau tidak ada kayu bakar pun—tidak, yang benar: selama modal tetap ada, masih ada peluang untuk membalik keadaan di kesempatan berikutnya.
Kerugian per transaksi dibatasi hingga maksimal 2% bukanlah belenggu, melainkan modal agar Anda bisa melakukan kesalahan-coba tanpa henti.
Pasar selalu ada di sana, tetapi modal Anda, jika hangus, maka habis juga.
Kalau manajemen risiko sudah dilakukan dengan baik, mental otomatis lebih stabil; ketika mental stabil, barulah disiplin bisa dijalankan; saat disiplin dijalankan, barulah bunga berbunga punya tanah untuk tumbuh.
Jangan bertaruh nyawa dengan pasar—bandingkan siapa yang bisa bertahan lebih lama bersama pasar.