Saham AS ditutup lebih rendah pada Kamis, dengan Dow Jones Industrial Average mengakhiri lima sesi beruntun kenaikan, menurut Sina Finance. Dow turun 464,02 poin, atau 0,85%, menjadi 53.885,10; Nasdaq melemah 15,09 poin, atau 0,06%, menjadi 26.348,35; dan S&P 500 turun 13,53 poin, atau 0,18%, menjadi 7.710,02. Para trader menyoroti perkembangan di Timur Tengah, di mana kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz tengah maju, sementara pasar mencerna serangkaian padat laporan kinerja perusahaan. Di antara komponen Dow, Salesforce turun 3,2% setelah mengumumkan reorganisasi manajemen. SanDisk anjlok 6,8% setelah hasil kuartal keempat perusahaan chip memori tidak memenuhi ekspektasi investor. AppLovin merosot 19,7% menyusul hasil kuartalan yang beragam, dan Western Digital turun 13% setelah panduan kuartal pertamanya mengecewakan investor, meski hasil kuartal keempatnya melampaui ekspektasi. JJ Kinahan, kepala distribusi ritel dan produk investasi alternatif di Cboe, mengatakan pasar tampaknya sebagian besar tengah beristirahat setelah gelombang perdagangan aktif yang didorong musim laporan laba, seraya mencatat bahwa profit dan penjualan yang lebih baik dari perkiraan tidak selalu mengangkat saham bila dipasangkan dengan panduan ke depan yang lemah. Ia menambahkan bahwa sebagian aksi ambil untung juga terjadi, dengan menyoroti bahwa baik SanDisk maupun Western Digital telah melonjak tajam sepanjang tahun terakhir: SanDisk naik 3.000% dan Western Digital meningkat lebih dari 500% dalam 12 bulan terakhir. Harga minyak naik pada Kamis setelah media pemerintah Iran, mengutip seorang anggota parlemen negara itu, melaporkan bahwa rancangan mengenai kondisi pengiriman di Selat Hormuz kabarnya akan melarang kapal AS dan Israel melintas melalui jalur air utama tersebut. Kantor berita Fars Iran mengatakan rencana itu sedang ditinjau oleh sebuah komite parlemen. Terpisah, sebuah ledakan terdengar dekat pesisir Oman dari sebuah kapal tanker yang baru saja melintasi selat tersebut. Meski demikian, Iran dan Oman tetap dekat dengan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Seorang pejabat pemerintah Iran mengatakan kepada MS NOW bahwa berdasarkan perjanjian sementara, pengiriman melalui jalur air tersebut akan dikecualikan dari biaya atau pungutan. Strategi Deutsche Bank, Jim Reid, menulis bahwa pasar telah melihat banyak “fajar palsu” dalam konflik ini, dan meski detailnya menjadi lebih konkrit, perhatian kini bergeser dari apakah kesepakatan bisa dicapai menjadi seperti apa susunan akhir nantinya, termasuk pertanyaan terbuka apakah Iran akhirnya diizinkan mengenakan biaya pungut (tolls) kepada kapal yang menggunakan selat tersebut.
