📰 Presiden Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, mengecam keras pendekatan Presiden AS, Donald Trump, dan menyebutnya sebagai “diplomasi dramatis”. Menurut Qalibaf, strategi ini didasarkan pada intimidasi, janji yang tidak ditepati, dan berita palsu, yang menunjukkan kegagalannya sebagai metode tekanan politik.
⚡️ Poin-poin kunci pesan:
Qalibaf menuduh Trump menggunakan taktik teatrikal tanpa hasil nyata.
Ia menegaskan bahwa intimidasi dan “fake news” tidak mampu menghasilkan kemajuan diplomatik.
Menegaskan kembali bahwa Iran tidak akan terpengaruh oleh jenis tekanan ini.
👉 Menurutmu, “diplomasi dramatis” hanyalah sandiwara politik atau merupakan risiko nyata bagi pasar?
💬 Bagikan pendapatmu dan unggah/komentari pos ini bersama komunitasmu.