Ceritakan dulu kenapa dulu aku memilih jalan pintas dan bermain di dunia kripto?
Pertama, pada waktu itu sebenarnya bukan cuma main kripto. Banyak hal lain yang kelihatannya bisa menghasilkan uang—yang terasa bisa menghasilkan uang—yang terdengar dari orang-orang katanya bisa menghasilkan uang—pokoknya semua yang pernah kudengar dan kulihat bilang bisa menghasilkan uang, semuanya pernah kucoba. Ada yang untung, ada yang rugi. Keburu bersentuhan dengan internet sejak dini, masuk ke jalur yang tidak sejalan, ke lingkaran-lingkungan yang berbeda-beda, dipenuhi tipu-menipu dan intrik—dan semua itu membentuk diriku sekarang: dalam bergaul dan berurusan dengan orang lain, aku jadi sangat mengutamakan kejujuran.
Kedua, bagi anak-anak seperti kami yang kuburan nenek moyangnya tidak pernah mendapat berkah, anak pertama tidak memilih rumah yang tepat, tidak ada pelindung payung—kalau hujan ya harus belajar menyelinap lewat gang mencari tempat berteduh. Uang yang bersih saja pantas untuk kamu ulurkan tangan mendapatkannya? Aturan adalah batas bawah, bukan langit-langit. Di dalam garis merah, jalan pintas harus diubah menjadi jalan raya yang tembus ke langit—bukan cuma bisa pulang dengan kemewahan, tapi juga membuat orang-orang yang dulu menertawakan kita karena miskin sampai lidah mereka kelu, tak bisa berkata-kata.
Pertama, pada waktu itu sebenarnya bukan cuma main kripto. Banyak hal lain yang kelihatannya bisa menghasilkan uang—yang terasa bisa menghasilkan uang—yang terdengar dari orang-orang katanya bisa menghasilkan uang—pokoknya semua yang pernah kudengar dan kulihat bilang bisa menghasilkan uang, semuanya pernah kucoba. Ada yang untung, ada yang rugi. Keburu bersentuhan dengan internet sejak dini, masuk ke jalur yang tidak sejalan, ke lingkaran-lingkungan yang berbeda-beda, dipenuhi tipu-menipu dan intrik—dan semua itu membentuk diriku sekarang: dalam bergaul dan berurusan dengan orang lain, aku jadi sangat mengutamakan kejujuran.
Kedua, bagi anak-anak seperti kami yang kuburan nenek moyangnya tidak pernah mendapat berkah, anak pertama tidak memilih rumah yang tepat, tidak ada pelindung payung—kalau hujan ya harus belajar menyelinap lewat gang mencari tempat berteduh. Uang yang bersih saja pantas untuk kamu ulurkan tangan mendapatkannya? Aturan adalah batas bawah, bukan langit-langit. Di dalam garis merah, jalan pintas harus diubah menjadi jalan raya yang tembus ke langit—bukan cuma bisa pulang dengan kemewahan, tapi juga membuat orang-orang yang dulu menertawakan kita karena miskin sampai lidah mereka kelu, tak bisa berkata-kata.
