Setelah SpaceX (SPCX) resmi melantai, laporan keuangan pertamanya langsung dihantam keras; harga saham ambruk 13,6% dalam satu hari 📉. Secara tampilan, kinerjanya tidak buruk: pendapatan kuartal II mencapai 7,814 miliar dolar AS, naik 92% year-on-year, rugi bersih menyempit 46%, namun pemicu sebenarnya adalah lonjakan belanja modal (capital expenditure) hingga 18,37 miliar dolar AS—sekitar 15,83 miliar dolar AS diinvestasikan untuk infrastruktur AI, yakni 6,5 kali dibanding periode yang sama tahun lalu. Pasar khawatir arus kas bebas (free cash flow) tertekan dan periode balik modal akan berlangsung lama; ditambah lagi pada 6 Agustus sekitar 911,5 juta saham yang sebelumnya dibatasi (limited shares) akan dilepas (lock-up expire), sehingga pasokan meningkat dan tekanan jual makin besar.

Aset di sekitar perusahaan turut terbelah: NVIDIA (NVDA) naik 3,43% karena memperoleh kesepakatan pasokan chip AI eksklusif untuk SpaceX, sedangkan AMD (AMD) justru turun 7,04%; kontrak berjangka Nasdaq 100 (NQ) melemah mengikuti sentimen pasar, dan Invesco QQQ Trust (QQQ) yang melacak Nasdaq 100 ikut tertekan.

Kombinasi tekanan jangka pendek dari pelepasan saham (unlock) dan “membakar” dana membuat SPCX cenderung teknis bearish 📉; tetapi basis pengguna Starlink 12 juta berlipat dua, dan pendapatan bisnis AI melonjak 247%. Dalam jangka menengah-panjang, jika Starship serta data center berbasis orbit benar-benar terealisasi, ada ruang untuk restrukturisasi valuasi; untuk jangka panjang tetap bullish 📈.#SpaceX上市后首份财报跌11%
$NVDA
$AMD
$SPCX