Hal terpenting dalam hidup adalah vitalitas dan rasa ingin tahu, yang perlahan akan memudar seiring waktu.
Waktu umur lima, satu keripik pedas seharga satu koin bisa dinikmati sedikit-sedikit, rasanya bisa dikenang sepanjang sore.
Di umur lima belas, ayah membelikan komputer bekas dan aku bisa senang seharian sepanjang liburan.
Di umur dua puluh lima, aku punya mobil keren yang bisa mengangkut si cantik, bangga ngebut di kota.
Waktu berlalu.
Kalau aku yang berusia lima belas kembali ke umur lima, satu koin untuk keripik pedas nggak akan bikin aku tergerak lagi.
Kalau aku yang berusia dua puluh lima kembali ke umur lima belas, aku nggak akan lagi terbang ke angkasa cuma karena komputer bekas.
Apa yang kita suka akan menghilang seiring dengan hilangnya vitalitas. Saat kita berusia enam puluh tahun dan teringat kembali pada hal-hal yang kita suka lakukan sekarang, mungkin kita akan merasa kehilangan minat sama sekali.
Jadi jika ada sesuatu yang membuatmu penasaran dan ingin dilakukan sekarang, lakukanlah! Rasakan kebahagiaan, kegembiraan, dan kepuasan itu, cepatlah bertindak!
Karena kita tidak tahu kapan, mungkin suatu hari kamu akan tiba-tiba kehilangan minat total pada hal itu, dan dunia ini akan kehilangan satu lagi hal yang bisa membuatmu tersenyum.
Waktu tidak menunggu siapa pun.