Saya mengenal seorang teman, dia bisnis bahan bangunan, arus kasnya selama ini selalu bagus. Di akhir tahun lalu, setelah mendengar saran orang, dia menaruh uang menganggur dari perputaran gudang ke sebuah koin ilegal (skema “shanzhai”) di pasar luar negeri. Waktu itu pihak proyek tiap hari live streaming, teriak soal ekosistem, teriak soal pembelian kembali (buyback). Dia makin dengar makin merasa itu peluang. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, nilai di catatan berubah dari 300 ribu menjadi hampir 2 juta. Saat makan bareng kami, dia masih menghitung—berencana dulu melunasi KPR rumah kampung halamannya sekaligus, sisanya baru ganti Lexus keluaran terbaru.

Tapi bulan lalu, tengah malam dompet pihak proyek mulai melakukan transaksi yang mencurigakan. Begitu di grup heboh, harga sudah tinggal sampai dua digit di belakang koma terakhir. Dia ingin kabur, tapi transaksi di blockchain macet; slippage-nya besar sampai pesanan langsung “tertelan”. Dalam beberapa jam, dari sekitar 2 juta kembali menyusut jadi sedikit lebih dari 20 ribu. Dia menghabiskan satu bungkus rokok, lalu bilang ke kami: yang paling menyedihkan adalah, dulu dia selalu mengejek orang lain yang ketinggalan koin yang bisa naik berkali-kali. Kali ini, giliran dia sendiri yang memeluk “kemewahan di atas kertas” versi ratusan kali itu, dan tidur selama sebulan.

Sekarang aplikasi proyek itu masih ada di ponselnya, tapi sama sekali tak pernah dibuka lagi. Dia bilang, anggap saja 2 juta itu jadi biaya kursus malam untuk “cara membedakan omong kosong whitepaper”.

Kamu pernah nggak, ada momen ketika jaraknya dari “mendarat/keluar” tinggal satu kali menekan tombol Enter saja?

#币圈故事 #risiko