Kabinet Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyetujui rencana pemotongan pajak penjualan untuk makanan selama dua tahun, langkah yang bertujuan untuk meringankan tekanan terhadap rumah tangga, menurut Bloomberg.
Keputusan ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan fiskal Jepang, dengan status pendanaan untuk pemotongan pajak tersebut masih belum jelas.
