#act吁三星电子回购320亿美元
📢 ACT menggalang aksi! Mendesak Samsung Electronics untuk melakukan buyback sebesar 32 miliar dolar AS, dengan target skema bonus karyawan
Platform advokasi pemegang saham ritel Korea, ACT, secara resmi meluncurkan aksi, menuntut Samsung Electronics mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk membahas rencana pembelian kembali saham senilai sekitar 32 miliar dolar AS (45,5 triliun won Korea), serta menetapkan batas atas untuk bonus kinerja yang dikaitkan dengan laba operasional.
🎯 Dua proposal inti
Menyetujui buyback saham 32 miliar dolar AS dan pembatalan: ACT berpendapat arus kas bebas Samsung pada kuartal kedua cukup, sehingga 50% di antaranya seharusnya dikembalikan kepada pemegang saham melalui program buyback.
Menuntut persetujuan batas atas bonus kinerja: ACT meminta agar wewenang untuk menyetujui "bonus besar yang dikaitkan dengan laba operasional" diambil alih oleh RUPSLB.
🔥 Pemicu: Perjanjian pembagian laba 10,5% antara Samsung dan serikat pekerja
Pada bulan Mei tahun ini, Samsung—untuk menghindari aksi mogok besar-besaran—menyepakati perjanjian dengan serikat pekerja: 10,5% laba operasional bisnis semikonduktor akan diberikan kepada karyawan dalam bentuk saham perusahaan sebagai bonus kinerja khusus, dengan masa berlaku hingga 10 tahun.
Poin perselisihan: investor ritel menilai ini setara dengan dewan direksi dan serikat pekerja yang secara diam-diam lebih awal mengunci kemana akan dialokasikan keuntungan besar tersebut, sehingga merugikan hak pemegang saham. Berdasarkan perkiraan dengan tingkat laba saat ini, bonus itu selama 10 tahun berpotensi mencapai ribuan miliar dolar AS.
⚠️ Tantangan yang dihadapi
Mengadakan RUPSLB memerlukan permintaan gabungan dari pemegang saham yang memiliki lebih dari 3% saham Samsung. Hampir setengah saham Samsung dimiliki investor asing, sehingga kekuatan pemegang saham ritel terbatas. ACT kini secara aktif berupaya mendapatkan dukungan dari investor institusional besar seperti Dana Pensiun Nasional Korea.