#原油延续两日跌势
📉 Harga minyak mentah berlanjut turun dua hari, premi geopolitik makin cepat terserap
Harga minyak internasional anjlok untuk hari perdagangan kedua berturut-turut. Minyak Brent ditutup turun 5,3% menjadi 79,36 dolar AS per barel pada perdagangan semalam—pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu menembus level psikologis 80 dolar. Minyak WTI turun 5,7% menjadi 75,77 dolar AS per barel. Sesi Asia hari ini melanjutkan tren pelemahan; WTI terus melorot sekitar 1%.
🔥 Penggerak utama: Prospek kesepakatan Selat Hormuz
Pasar terus mencerna kabar bahwa AS dan Iran mungkin mencapai kesepakatan untuk pelayaran melalui Selat Hormuz, sehingga premi geopolitik makin cepat terserap.
Poin perkembangan kunci adalah sebagai berikut:
Pernyataan Menkeu AS: Bessent mengatakan AS dan Iran paling cepat bisa mencapai kesepakatan dalam dua hari ke depan, sehingga pelayaran bebas di selat dapat terwujud.
Negosiasi hampir selesai: Menurut media AS, AS, Iran, dan Oman "sedang mendekati kesepakatan" mengenai skema sementara selama 60 hari. Otoritas pimpinan Iran telah menyelesaikan prosedur persetujuan pada 4 Agustus. Skema ini mencakup kapal yang masuk ke Teluk Persia melalui jalur utara Iran, sementara kapal keluar lewat jalur selatan Oman. Dalam 60 hari tidak dikenakan biaya pelayaran, dan dalam 30 hari dilakukan pembersihan ranjau air.
Daya dorong tambahan pasokan: OPEC+ menyetujui peningkatan produksi untuk bulan September yang merupakan kenaikan keenam berturut-turut, memperkuat sinyal bahwa pasokan akan lebih longgar.
Selain itu, perjanjian pipa Irak–Turki diperpanjang satu tahun—memungkinkan pengangkutan 750 ribu barel minyak mentah Irak per hari. Produksi minyak & gas Brasil juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, yang turut menambah tekanan pada sisi pasokan.
📊 Pergerakan domestik: Penurunan minyak mentah SC lebih dalam
Terimbas lemahnya perdagangan luar negeri, futures minyak mentah domestik hari ini kompak mengalami koreksi tajam. Kontrak utama minyak mentah SC merosot 6,01% menjadi 504,7 yuan per barel. Etilen glikol (EG), serta komoditas seperti pengiriman jalur Eropa mengalami penurunan lebih dari 5% secara bersamaan.
⚠️ Waspadai: Perjanjian belum ditandatangani, ada risiko rebound dari level rendah
Meskipun suasana di pasar dipenuhi kepanikan, pada akhirnya perjanjian tersebut belum ditandatangani secara resmi. Pihak resmi Iran masih menyangkal adanya pembicaraan langsung dengan AS, dan menegaskan bahwa konsultasi hanya dilakukan melalui Oman. Komunitas pelayaran juga menilai pemulihan arus minyak akan lebih berhati-hati.
Peringatan dari institusi: apabila ekspektasi perjanjian dalam dua hari ini gagal terwujud, maka terdapat ruang rebound yang cukup besar dari posisi rendah setelah aksi jual yang tajam. Dalam jangka pendek, harga minyak diperkirakan akan tetap berada pada kondisi volatilitas tinggi. Ke depan, fokus pada volume pelayaran nyata di selat serta apakah kesepakatan Hormuz akhirnya benar-benar terealisasi.
📉 Harga minyak mentah berlanjut turun dua hari, premi geopolitik makin cepat terserap
Harga minyak internasional anjlok untuk hari perdagangan kedua berturut-turut. Minyak Brent ditutup turun 5,3% menjadi 79,36 dolar AS per barel pada perdagangan semalam—pertama kalinya dalam lebih dari tiga minggu menembus level psikologis 80 dolar. Minyak WTI turun 5,7% menjadi 75,77 dolar AS per barel. Sesi Asia hari ini melanjutkan tren pelemahan; WTI terus melorot sekitar 1%.
🔥 Penggerak utama: Prospek kesepakatan Selat Hormuz
Pasar terus mencerna kabar bahwa AS dan Iran mungkin mencapai kesepakatan untuk pelayaran melalui Selat Hormuz, sehingga premi geopolitik makin cepat terserap.
Poin perkembangan kunci adalah sebagai berikut:
Pernyataan Menkeu AS: Bessent mengatakan AS dan Iran paling cepat bisa mencapai kesepakatan dalam dua hari ke depan, sehingga pelayaran bebas di selat dapat terwujud.
Negosiasi hampir selesai: Menurut media AS, AS, Iran, dan Oman "sedang mendekati kesepakatan" mengenai skema sementara selama 60 hari. Otoritas pimpinan Iran telah menyelesaikan prosedur persetujuan pada 4 Agustus. Skema ini mencakup kapal yang masuk ke Teluk Persia melalui jalur utara Iran, sementara kapal keluar lewat jalur selatan Oman. Dalam 60 hari tidak dikenakan biaya pelayaran, dan dalam 30 hari dilakukan pembersihan ranjau air.
Daya dorong tambahan pasokan: OPEC+ menyetujui peningkatan produksi untuk bulan September yang merupakan kenaikan keenam berturut-turut, memperkuat sinyal bahwa pasokan akan lebih longgar.
Selain itu, perjanjian pipa Irak–Turki diperpanjang satu tahun—memungkinkan pengangkutan 750 ribu barel minyak mentah Irak per hari. Produksi minyak & gas Brasil juga mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, yang turut menambah tekanan pada sisi pasokan.
📊 Pergerakan domestik: Penurunan minyak mentah SC lebih dalam
Terimbas lemahnya perdagangan luar negeri, futures minyak mentah domestik hari ini kompak mengalami koreksi tajam. Kontrak utama minyak mentah SC merosot 6,01% menjadi 504,7 yuan per barel. Etilen glikol (EG), serta komoditas seperti pengiriman jalur Eropa mengalami penurunan lebih dari 5% secara bersamaan.
⚠️ Waspadai: Perjanjian belum ditandatangani, ada risiko rebound dari level rendah
Meskipun suasana di pasar dipenuhi kepanikan, pada akhirnya perjanjian tersebut belum ditandatangani secara resmi. Pihak resmi Iran masih menyangkal adanya pembicaraan langsung dengan AS, dan menegaskan bahwa konsultasi hanya dilakukan melalui Oman. Komunitas pelayaran juga menilai pemulihan arus minyak akan lebih berhati-hati.
Peringatan dari institusi: apabila ekspektasi perjanjian dalam dua hari ini gagal terwujud, maka terdapat ruang rebound yang cukup besar dari posisi rendah setelah aksi jual yang tajam. Dalam jangka pendek, harga minyak diperkirakan akan tetap berada pada kondisi volatilitas tinggi. Ke depan, fokus pada volume pelayaran nyata di selat serta apakah kesepakatan Hormuz akhirnya benar-benar terealisasi.

