Jika itu bukan saham asli, lalu apa sebenarnya yang saya beli? 🤔

Di layar, semuanya terlihat familiar: NVIDIA, Tesla, Microsoft, grafik harga, dan pasangan trading USDT. Tapi secara teknis, Anda tidak membeli saham aslinya.

bStock adalah sertifikat berbentuk token yang memberi eksposur harga terhadap aset yang mendasarinya. Nilainya mengikuti saham terkait, tetapi memiliki token tersebut tidak membuat Anda menjadi pemegang saham secara langsung.

Fondasi dari #bStocksCIS adalah dukungan 1:1:

1 bStock → 1 lembar saham nyata yang disimpan sebagai cadangan.

Saham yang mendasarinya disimpan oleh kustodian teregulasi, dan agunannya dapat diverifikasi melalui Proof of Collateral. Dengan kata lain, ini bukan sekadar kontrak sintetis yang melacak harga, dan juga bukan token tanpa dukungan.

Pemegang bStock akan mendapatkan:

✔️ eksposur terhadap pergerakan harga saham yang mendasarinya;

✔️ manfaat ekonomi dari dividen yang diinvestasikan kembali;

✔️ kemampuan untuk mengonversi antara bStock dan aset yang mendasarinya dengan rasio 1:1.

Namun, pemegang tidak menerima hak suara, akses ke rapat pemegang saham, atau hak korporat lainnya. Jadi Anda mendapatkan sisi ekonominya—tetapi bukan status pemegang saham secara legal.

Lalu, kenapa menggunakan sertifikat?

@BinanceCIS bStocks diterbitkan sebagai token BEP-20 di BNB Chain. Ini memungkinkan Anda memperdagangkannya 24/7, menariknya ke dompet yang kompatibel, menyimpannya dalam self-custody, dan menggunakannya di aplikasi Web3 yang didukung. Penyelesaian (settlement) berlangsung kurang dari satu detik, sementara pasar saham tradisional masih bergantung pada broker, kustodian, dan infrastruktur settlement konvensional.

Jadi modelnya sebenarnya dibangun atas dua lapisan:

satu lembar saham asli yang disimpan sebagai cadangan + token blockchain yang didukung oleh saham tersebut. 📌

Itulah fondasi yang membuat perdagangan 24/7, self-custody, settlement yang nyaris instan, dan kompatibilitas Web3 untuk bStocks menjadi mungkin.