#原油价格跌至三周低点 Harga minyak anjlok 5%, apakah Timur Tengah akan kembali bernegosiasi?
Minyak mentah jatuh.
WTI turun 5,2%, menjadi 76,12 dolar, dan Brent turun 4,7%, menjadi 79,85 dolar, keduanya mencatat level terendah lebih dari tiga minggu. Pemicunya adalah Menteri Keuangan AS, Bessent, yang mengatakan bahwa kesepakatan dengan Iran mungkin segera tercapai, sehingga Selat Hormuz akan dibuka kembali.
Pihak Qatar juga mengatakan upaya diplomatik masih terus berjalan, dan mediator sedang mengoordinasikan pembicaraan antarpihak. Sebelumnya Trump baru saja membatalkan serangan terhadap Iran, sehingga pasar sekarang mulai memberi harga skenario meredanya konflik dan pulihnya pasokan. Analis di SPBA (Sparta) mengatakan pasar sudah beralih dari memberi harga gangguan mendadak menjadi memberi harga normalisasi yang rapuh—kalimat itu cukup tepat.
Namun, kondisi nyata di Selat Hormuz adalah lalu lintas kapal niaga sudah turun drastis; serangkaian serangan sebelumnya tidak sia-sia. Selain itu, Iran membantah sedang melakukan perundingan, dan Trump juga memperingatkan bahwa situasi bisa kembali meningkat—ini tidak sesederhana itu.
Analis ING mengatakan ukuran aksi jual kali ini agak berlebihan, ketidakpastiannya masih ada. Sebelumnya, skenario seperti ini sudah pernah dimainkan berkali-kali, dan pada akhirnya semuanya berakhir tanpa hasil. Penurunan harga minyak kali ini memang terjadi cepat, tapi apakah bisa bertahan atau tidak masih bergantung pada apakah ada kemajuan nyata dalam perundingan berikutnya. Untuk urusan geopolitik, hari ini dibahas besok bisa berubah sikap—berdasarkan logika ini, mengambil posisi jual hanya dengan mengikuti arah bisa mudah tersapu bolak-balik.
Harga turun sepihak selama lima hari; di posisi ini, mengejar posisi jual risikonya tidak kecil. Lebih baik menunggu kabar menjadi lebih jelas dulu supaya arah lebih pasti. Tidak terburu-buru.