@BabylonLabs_io Orang-orang Bitcoin biasanya mengajukan pertanyaan dasar yang sama: mengapa BTC harus pernah keluar dari self-custody?

Itulah tepatnya mengapa Babylon terasa menarik.

Babylon tidak meminta pemegang untuk membungkus BTC, menjembatankannya ke suatu tempat yang aneh, atau menyerahkannya kepada perantara. Idеnya lebih sederhana: simpan Bitcoin di tempat yang memang seharusnya, yaitu di Bitcoin, dan tetap biarkan BTC tersebut membantu mengamankan jaringan Proof-of-Stake.

Bagian itu penting.

Banyak cerita tentang “yield” di kripto dimulai dengan meminta kepercayaan. Babylon justru berangkat dari tempat yang berlawanan. Self-custody dulu. Bitcoin dulu. Lalu keamanan dan koordinasi dibangun di atasnya.

Dan itu mengubah cara orang memandang pembicaraan.

Karena sekarang pertanyaannya bukan lagi “bisakah BTC berpura-pura menjadi sesuatu yang lain?”
Lebih seperti “bisakah BTC tetap menjadi BTC dan tetap melakukan lebih banyak?”

Menurut saya, itu pertanyaan yang jauh lebih baik.

Saya juga menganggap Babylon menarik karena memperlakukan Bitcoin seperti lapisan dasar, bukan sekadar properti pemasaran. Rancangannya tampak menghormati hal-hal yang benar-benar diperhatikan para pemegang BTC: kontrol, kesederhanaan, dan tidak menyerahkan kunci hanya untuk mengejar imbal hasil tambahan.

Meski begitu, saya tetap akan menjaga kewaspadaan yang sehat. Setiap sistem yang menyentuh staking, insentif, dan perilaku validator perlu ditinjau dengan serius. Tapi setidaknya titik awal di sini selaras dengan nilai-nilai Bitcoin dibanding kebanyakan hal “yield” biasa.

Penasaran bagaimana pandangan orang-orang BTC lainnya: ini perluasan yang berguna, atau cuma lapisan lain yang akan dibuat terlalu rumit oleh orang?

#baby $BABY @BabylonLabs_io
#USIranDealOrNoDeal #SpaceXFirstLockupExpiresAug6 #MoodysAssignsSKHynixFirstARating #SpaceXToReportQ2Results