Paman saya menjalankan bisnis transportasi di Gojra.
Setiap tahun setelah panen, ia memarkir setengah truk selama 12 bulan.

Saya bertanya padanya: Paman, bukankah kita rugi?
Ia tertawa dan berkata: Nak, yang menjual lebih awal hanya dapat ongkosnya. Yang sabar mengambil keuntungan yang sesungguhnya.

Awalnya saya mengira tabel alokasi hanya urusan administrasi: tim, investor, ekosistem, komunitas—masing-masing dengan persentase dan cliff.

Lalu saya menyadari seberapa besar perilaku token yang benar-benar terjadi sudah dituliskan ke dalam jadwal itu sebelum satu perdagangan pun terjadi.

Cliff 12 bulan bukan sekadar penundaan, itu adalah penyaring.
Ia memisahkan orang-orang yang bersedia menunggu dari orang-orang yang sejak awal tidak berniat bertahan.

Setiap tanggal pelepasan menjadi semacam referendum kecil:
Apakah harga mampu menyerap suplai tanpa permintaan baru muncul lebih dulu?

Alokasi Ekosistem dan Komunitas dibicarakan sebagai bahan bakar pertumbuhan,
tapi kenyataannya itu adalah tekanan jual yang dilepas perlahan—hanya dengan nama yang lebih ramah.

Satu pertanyaan yang tertinggal tanpa jawaban dalam dokumen adalah satu-satunya yang penting:
Saat vesting berakhir, apakah masih ada yang ingin masuk?
Atau harga lebih banyak ditahan karena sebagian besar suplai sebenarnya belum bisa bergerak?
Dan di akhir saya ingat apa yang dikatakan paman saya:
Yang menjadi kuat saat terkunci, akan tetap bernilai saat bebas.

@BabylonLabs_io #baby $BABY

$VIC