“Lemah otak, jadi fenomenal”: kalimat-kalimat filsafat yang mengena:
1. Orang yang tidak bisa memikirkan jalan keluarnya—itu benar-benar tak mampu, atau sebenarnya sudah memikirkannya
2. Meminta jodoh ke kuil yang penuh pantang, meminta makna hidup kepada pendeta yang tak pernah keluar
3. Banyak orang tak bisa melihat masa depan—padahal mereka justru sudah melihat masa depan
4. Mesin dispenser itu alat mengalirkan air; manusia pada dasarnya adalah dispenser air
5. Hanya pekerja yang berhenti bekerja—lalu berubah menjadi manusia
6. Berjalan di tengah hujan lebat, payung adalah kapal yang menggores langit ke arah yang terbalik
7. Aku tidak takut mati, karena di kedua sisi ada keluargaku
8. Kafein itu akibat, buah kopi adalah sebabnya; sashimi adalah ikan mati
9. Semua jembatan itu hangat, karena mereka membuat sungai tidak lagi bersedih
10. Semua orang bilang: makan apa, itu yang memperbaiki apa—jadi menelan kepahitan tak bisa membuat seseorang menjadi yang teratas; yang bisa adalah makan manusia
1. Orang yang tidak bisa memikirkan jalan keluarnya—itu benar-benar tak mampu, atau sebenarnya sudah memikirkannya
2. Meminta jodoh ke kuil yang penuh pantang, meminta makna hidup kepada pendeta yang tak pernah keluar
3. Banyak orang tak bisa melihat masa depan—padahal mereka justru sudah melihat masa depan
4. Mesin dispenser itu alat mengalirkan air; manusia pada dasarnya adalah dispenser air
5. Hanya pekerja yang berhenti bekerja—lalu berubah menjadi manusia
6. Berjalan di tengah hujan lebat, payung adalah kapal yang menggores langit ke arah yang terbalik
7. Aku tidak takut mati, karena di kedua sisi ada keluargaku
8. Kafein itu akibat, buah kopi adalah sebabnya; sashimi adalah ikan mati
9. Semua jembatan itu hangat, karena mereka membuat sungai tidak lagi bersedih
10. Semua orang bilang: makan apa, itu yang memperbaiki apa—jadi menelan kepahitan tak bisa membuat seseorang menjadi yang teratas; yang bisa adalah makan manusia