Proposal TEMP CHECK di forum tata kelola Aave itu, arahnya lolos—tapi tak ada satu pun parameternya yang sudah ditetapkan.
Saya sudah menelaah dokumen dan kode sumber; kombinasi ini sendiri memang patut untuk berhenti dan dilihat ulang. Proposal ini ingin mendorong integrasi Babylon TBV ke Aave v4. Diskusi menyetujui arahnya, tetapi di bagian utama dengan jelas tercantum banyak hal yang masih perlu dilengkapi: nilai parameter spesifik belum ditentukan, parameter risiko perlu dinilai pada tahap ARFC, batas-batas vaultBTC sebagai aset jaminan masih diperdebatkan. Susun ulang bagian persetujuan dan bagian pekerjaan yang tertunda dalam proposal tersebut: dokumen ini menyatakan persetujuan terhadap arah, namun detailnya masih belum diputuskan. Jaraknya masih ada—masih ada rangkaian pembahasan parameter dan pemungutan suara resmi sebelum bisa dideploy secara eksekusi.
Saya sempat mengira, kalau ada TEMP CHECK berarti sudah cepat untuk go-live. Tapi setelah membaca daftar masalahnya satu per satu dan menoleh ke belakang, barulah saya paham: dalam dokumen tata kelola, porsi yang didedikasikan untuk pekerjaan tertunda jauh lebih bisa mencerminkan kemajuan sebenarnya daripada bagian yang berisi persetujuan apa pun. Persetujuan terhadap arah hanya berarti komunitas merasa layak untuk terus dibahas; tidak otomatis berarti risiko teknis dan risiko parameter sudah terselesaikan. Poin-poin yang diperdebatkan pada fase pembuktian parameter—misalnya menentukan berapa LTV, berapa ruang yang harus disisakan untuk ambang likuidasi—semua terekam dan bisa dicari di forum tata kelola.
Cara membacanya yang benar bukanlah melihat ada atau tidaknya TEMP CHECK, melainkan melihat sampai tahap mana ia sudah melangkah dalam 3 fase: TEMP CHECK, ARFC, dan AIP 3—dan apakah pertanyaan di tiap tahap sudah dijawab. @BabylonLabs_io
Jadi, untuk melihat proyek DeFi yang mau menghubungkan ke mainnet, mulailah dari daftar masalah dalam proposal tata kelolanya. Hitung berapa yang masih tersisa belum dijawab; itu lebih masuk akal daripada sekadar melihat judul pengumuman. Intinya, integrasi TBV pada tata kelola sudah melewati gerbang arah ke-1, masih ada 2 gerbang lagi di depan. Narasi kemajuan yang sering mencampur fase proposal dan fase implementasi—kalau dilihat terpisah, barulah kita tidak akan salah menilai. Poin-poin yang diperdebatkan pada fase pembuktian parameter—misalnya menentukan berapa LTV, berapa ruang yang harus disisakan untuk ambang likuidasi—juga bisa diverifikasi dari catatan diskusi yang tersedia di forum tata kelola.
Persetujuan terhadap arah dan implementasi detail adalah dua hal yang berbeda; aturan ini sangat berlaku di DeFi. Karena proposal baru melewati gerbang arah ke-1, semakin perlu untuk kembali menghitung daftar masalah yang masih tersisa berapa. #baby $BABY
Saya sudah menelaah dokumen dan kode sumber; kombinasi ini sendiri memang patut untuk berhenti dan dilihat ulang. Proposal ini ingin mendorong integrasi Babylon TBV ke Aave v4. Diskusi menyetujui arahnya, tetapi di bagian utama dengan jelas tercantum banyak hal yang masih perlu dilengkapi: nilai parameter spesifik belum ditentukan, parameter risiko perlu dinilai pada tahap ARFC, batas-batas vaultBTC sebagai aset jaminan masih diperdebatkan. Susun ulang bagian persetujuan dan bagian pekerjaan yang tertunda dalam proposal tersebut: dokumen ini menyatakan persetujuan terhadap arah, namun detailnya masih belum diputuskan. Jaraknya masih ada—masih ada rangkaian pembahasan parameter dan pemungutan suara resmi sebelum bisa dideploy secara eksekusi.
Saya sempat mengira, kalau ada TEMP CHECK berarti sudah cepat untuk go-live. Tapi setelah membaca daftar masalahnya satu per satu dan menoleh ke belakang, barulah saya paham: dalam dokumen tata kelola, porsi yang didedikasikan untuk pekerjaan tertunda jauh lebih bisa mencerminkan kemajuan sebenarnya daripada bagian yang berisi persetujuan apa pun. Persetujuan terhadap arah hanya berarti komunitas merasa layak untuk terus dibahas; tidak otomatis berarti risiko teknis dan risiko parameter sudah terselesaikan. Poin-poin yang diperdebatkan pada fase pembuktian parameter—misalnya menentukan berapa LTV, berapa ruang yang harus disisakan untuk ambang likuidasi—semua terekam dan bisa dicari di forum tata kelola.
Cara membacanya yang benar bukanlah melihat ada atau tidaknya TEMP CHECK, melainkan melihat sampai tahap mana ia sudah melangkah dalam 3 fase: TEMP CHECK, ARFC, dan AIP 3—dan apakah pertanyaan di tiap tahap sudah dijawab. @BabylonLabs_io
Jadi, untuk melihat proyek DeFi yang mau menghubungkan ke mainnet, mulailah dari daftar masalah dalam proposal tata kelolanya. Hitung berapa yang masih tersisa belum dijawab; itu lebih masuk akal daripada sekadar melihat judul pengumuman. Intinya, integrasi TBV pada tata kelola sudah melewati gerbang arah ke-1, masih ada 2 gerbang lagi di depan. Narasi kemajuan yang sering mencampur fase proposal dan fase implementasi—kalau dilihat terpisah, barulah kita tidak akan salah menilai. Poin-poin yang diperdebatkan pada fase pembuktian parameter—misalnya menentukan berapa LTV, berapa ruang yang harus disisakan untuk ambang likuidasi—juga bisa diverifikasi dari catatan diskusi yang tersedia di forum tata kelola.
Persetujuan terhadap arah dan implementasi detail adalah dua hal yang berbeda; aturan ini sangat berlaku di DeFi. Karena proposal baru melewati gerbang arah ke-1, semakin perlu untuk kembali menghitung daftar masalah yang masih tersisa berapa. #baby $BABY