Kejadian Coldcard ini sungguh membuat sesak: sekelompok orang yang percaya pada nilai inti BTC, namun justru terluka paling dalam
Kamu adalah seorang BTC hodler. Kamu sudah lama menjalankan self-custody, kamu tidak percaya bursa, kamu menyimpan seed phrase dengan baik tanpa pernah tersambung ke jaringan. Kamu memilih sebuah dompet perangkat keras jadul “Bitcoin-only” yang aman, telah mengoperasikan banyak siklus BTC, dan sangat dipercaya oleh banyak OG...
Kamu mengira semuanya sudah dipertimbangkan dengan cukup matang, menghindari semua risiko
Namun ternyata, kamu sama sekali tidak menyangka masalahnya berasal dari lapisan paling dasar: proses pembuatan angka acak (random number generation)
Masalah ini sudah ada sejak 2021. Berawal dari bug pada versi firmware Coldcard dalam proses pembangkitan angka acak. Ini menyebabkan “keteracakan” yang digunakan saat membuat private key tidak memadai, sehingga penyerang bisa memulihkan private key dengan melakukan perhitungan
Saat ini, jumlah BTC yang dicuri sudah mencapai 1.367,05 BTC, melibatkan 4.585 dompet.
Ini adalah pelajaran paling kejam bagi self-custody Bitcoin: keamanan BTC kamu tidak hanya ditentukan oleh apakah kamu sudah melindungi seed phrase dengan baik
Ia lebih bergantung pada seluruh rantai: pembangkitan angka acak, firmware dompet perangkat keras, skema backup dan manajemen private key, kebiasaan penggunaan sehari-hari, serta kesadaran keamanan...
Self-custody bukanlah sesederhana “beli dompet perangkat keras, lalu pindahkan koin ke sana”.
Dompet perangkat keras ≠ keamanan mutlak
Bitcoin memberi kita kedaulatan atas aset terakhir, tetapi pada saat yang sama juga menuntut kita menanggung seluruh tanggung jawab yang datang bersama kedaulatan tersebut
Peristiwa Coldcard ini mendorong migrasi sekitar 77.400 BTC yang selama bertahun-tahun tidak bergerak di rantai. Ini adalah migrasi on-chain terbesar setelah keruntuhan FTX. Sebagian orang mulai mempertimbangkan lagi untuk memindahkan BTC ke CEX atau membeli ETF, lalu meninggalkan self-custody. Ini benar-benar sangat disayangkan
Kamu adalah seorang BTC hodler. Kamu sudah lama menjalankan self-custody, kamu tidak percaya bursa, kamu menyimpan seed phrase dengan baik tanpa pernah tersambung ke jaringan. Kamu memilih sebuah dompet perangkat keras jadul “Bitcoin-only” yang aman, telah mengoperasikan banyak siklus BTC, dan sangat dipercaya oleh banyak OG...
Kamu mengira semuanya sudah dipertimbangkan dengan cukup matang, menghindari semua risiko
Namun ternyata, kamu sama sekali tidak menyangka masalahnya berasal dari lapisan paling dasar: proses pembuatan angka acak (random number generation)
Masalah ini sudah ada sejak 2021. Berawal dari bug pada versi firmware Coldcard dalam proses pembangkitan angka acak. Ini menyebabkan “keteracakan” yang digunakan saat membuat private key tidak memadai, sehingga penyerang bisa memulihkan private key dengan melakukan perhitungan
Saat ini, jumlah BTC yang dicuri sudah mencapai 1.367,05 BTC, melibatkan 4.585 dompet.
Ini adalah pelajaran paling kejam bagi self-custody Bitcoin: keamanan BTC kamu tidak hanya ditentukan oleh apakah kamu sudah melindungi seed phrase dengan baik
Ia lebih bergantung pada seluruh rantai: pembangkitan angka acak, firmware dompet perangkat keras, skema backup dan manajemen private key, kebiasaan penggunaan sehari-hari, serta kesadaran keamanan...
Self-custody bukanlah sesederhana “beli dompet perangkat keras, lalu pindahkan koin ke sana”.
Dompet perangkat keras ≠ keamanan mutlak
Bitcoin memberi kita kedaulatan atas aset terakhir, tetapi pada saat yang sama juga menuntut kita menanggung seluruh tanggung jawab yang datang bersama kedaulatan tersebut
Peristiwa Coldcard ini mendorong migrasi sekitar 77.400 BTC yang selama bertahun-tahun tidak bergerak di rantai. Ini adalah migrasi on-chain terbesar setelah keruntuhan FTX. Sebagian orang mulai mempertimbangkan lagi untuk memindahkan BTC ke CEX atau membeli ETF, lalu meninggalkan self-custody. Ini benar-benar sangat disayangkan
