Menurut Yonhap, indeks acuan Korea Korea Composite Stock Price Index (KOSPI) Korea Selatan rebound pada Selasa, naik 1,62% menjadi 6.358,95 pada penutupan setelah investor ritel membeli saham menyusul penurunan lebih dari 5% pada sesi sebelumnya. Namun, kenaikan tersebut dibatasi oleh kekhawatiran yang masih berlarut mengenai belanja kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan krisis Timur Tengah. Indeks sempat jatuh hingga 6.080,25 selama perdagangan yang tidak menentu setelah anjlok 5,12% pada Senin, menyusul lonjakan rekor sebesar 18% pada Jumat.

Volume perdagangan mencapai 310,58 juta saham senilai 27,87 triliun won (19,4 miliar dolar AS). Investor ritel mencatat pembelian bersih sebesar 818,4 miliar won, sementara investor institusional dan asing masing-masing menjual bersih 539,2 miliar won dan 370,56 miliar won. Saham teknologi memimpin kenaikan, dengan Samsung Electronics naik 0,21% dan SK hynix naik 0,64%. Saham pertahanan Hanwha Aerospace dan Korea Aerospace Industries melonjak 9,25% dan 11,16%, masing-masing, sedangkan Hyundai Motor dan Korean Air turun 0,13% dan 0,38%.

Won Korea melemah menjadi 1.432,5 won terhadap dolar AS pada pukul 15.30, turun 2,9 won dari penutupan sebelumnya.