Adegan yang paling tidak biasa hari ini adalah: pemegang bitcoin terbesar global dari perusahaan kembali menjual koin, namun pasar justru tidak turun. Strategy mengungkapkan bahwa minggu lalu mereka menjual 1.638 BTC, yang menghasilkan sekitar 1,047 miliar dolar AS; hingga sore hari di Asia, BTC malah naik ke sekitar 63.700 dolar AS, dengan kenaikan sekitar 1,7% dalam 24 jam. Sementara itu, total kapitalisasi pasar kripto naik sekitar 2,4%.
Kesimpulan utamanya sangat jelas: pasar bukan mengabaikan tekanan jual, melainkan jualan tersebut sudah terjadi, ukurannya masih bisa diserap, dan pembelian dari ETF kembali mengalir. Namun yang lebih penting, perubahan utamanya adalah cadangan bitcoin perusahaan kini tidak lagi sekadar “dikunci permanen”; jika diperlukan, ia juga dapat menjadi aset likuiditas yang bisa dijual.
Menurut pengungkapan perusahaan kepada SEC AS, setelah transaksi selesai Strategy masih memegang 842.138 BTC, dengan total biaya sekitar 63,5 miliar dolar AS, dan rata-rata biaya sekitar 75.419 dolar AS. Penjualan kali ini hanya mencakup kurang dari 0,2% dari kepemilikannya; jumlah absolutnya tidak terlalu besar. Namun, karena harga BTC saat ini berada di bawah rata-rata biaya keseluruhan perusahaan, hal ini menunjukkan kemungkinan pengaturan dana lebih diutamakan daripada timing. The Wall Street Journal menyebutkan bahwa dana terkait akan digunakan untuk mendukung dividen saham preferen dan pembelian kembali saham.
Mengapa BTC masih bisa naik? Pertama, 1.638 BTC ini dijual bertahap selama sepekan sebelum pengungkapan; pasar spot sudah menyerap penjualan, sehingga ketika kabar muncul tidak ada penjualan besar setara yang tiba-tiba menghantam. Kedua, data akhir dari Farside menunjukkan bahwa pada 3 Agustus arus masuk bersih ETF BTC spot AS sekitar 170,1 juta dolar AS, jauh lebih tinggi dibandingkan nilai BTC yang dijual oleh Strategy sekitar 104,7 juta dolar AS. Jika dilihat dari skala dana saja, kebutuhan tambahan dari ETF cukup untuk menutupi penjualan perusahaan tersebut.
Ketiga, dana lebih cenderung ke BTC, bukan mengejar altcoin secara menyeluruh. Pada periode yang sama, ETF ETH mencatat arus keluar bersih sekitar 11,9 juta dolar AS; meskipun SOL, BNB, dan koin utama lainnya juga naik sekitar 1% hingga 2% pada sore hari, porsi kapitalisasi pasar BTC terhadap seluruh pasar masih sekitar 56%. Ini lebih terlihat seperti pengembalian dana institusional untuk BTC, bukan preferensi risiko tinggi untuk kembali secara menyeluruh.
Yang dilihat pihak bullish adalah bahwa penjualan perusahaan dan data makro yang kuat sama-sama tidak berhasil menembus level 63.000 dolar AS; daya serap pasar lebih kuat daripada yang terlihat. Jika BTC bisa bertahan di atas 64.000 dolar AS, sentimen jangka pendek mungkin terus mengalami perbaikan. Yang perlu diwaspadai pihak bearish adalah struktur permodalan Strategy mencakup dividen saham preferen, bunga utang, serta kebutuhan pembelian kembali. Jika pendanaan ekuitas menjadi lebih sulit, kepemilikan perusahaan atas BTC bisa beralih dari pembelian jangka panjang menjadi pasokan yang bersifat bertahap, dan risikonya tidak berhenti pada satu transaksi ini saja.
Malam ini ada tiga hal yang perlu diperhatikan: apakah BTC bisa menembus 64.000 dolar AS secara efektif; kinerja MSTR dan nilai bersih relatif dari aset yang dimilikinya setelah pembukaan pasar saham AS; serta apakah ETF spot AS dapat mencatat arus masuk bersih untuk hari kedua berturut-turut. Jika dana ETF kembali melemah, dan BTC jatuh lagi ke bawah 63.000 dolar AS, maka keandalan reli ini perlu dipertanyakan.
Peringatan risiko: ada perbedaan antara waktu pengungkapan perusahaan dan waktu transaksi di rantai; arus ETF tidak merepresentasikan arah harga di masa depan; penggunaan leverage yang tinggi dan berita mendadak dapat memperbesar volatilitas. Artikel ini hanya untuk observasi pasar, bukan merupakan saran investasi.