Kalau orang biasa tidak berperan sebagai bandar, membeli saham pun tidak akan bisa bertahan sampai tiga tahun—dan pada akhirnya tidak akan bisa menghasilkan uang besar. Meski saat ini Anda bisa untung, di kemudian hari Anda tetap akan rugi lagi karena FOMO atau kepercayaan diri yang meledak. Trading jangka pendek itu mudah tersangkut; kalau Anda tersangkut, itu soal probabilitas—bisa jadi kali ini, atau kali berikutnya.

Saya pribadi tidak terlalu merasakan fluktuasi. Pertama, saya memang sejak awal berniat untuk memegang dalam jangka panjang. Kedua, titik beli saya memang sangat rendah. Ketiga, saya benar-benar yakin pada perusahaan ini. Berinvestasi pada perusahaan yang saya sukai dan saya percayai, saya tidak goyah sedikit pun.

Untuk investor yang masuk di tahap yang berbeda, juga perlu dipahami bahwa harga saat membeli secara langsung menentukan tingkat pengembalian Anda—ini sudah pasti.

Kebanyakan orang tidak mampu melakukannya, bahkan meremehkan investasi berbasis nilai, karena nilai tersebut terlalu bertentangan dengan naluri manusia. Otak manusia adalah pemikiran linear: naluri kita lebih fokus pada apakah besok bisa menghasilkan lebih banyak daripada hari ini. Dan trading jangka pendek yang mudah membuat candu terjadi karena ia merangsang dopamin. Intinya, itu tidak ada bedanya dengan berjudi dan menonton video pendek. $