#USToCancelIranAttackSubjectToDeal
mengacu pada pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dibuat pada akhir pekan 1 Agustus 2026, menangguhkan serangkaian serangan militer besar-besaran yang direncanakan terhadap Iran, dengan syarat bahwa sebuah kesepakatan diplomatik ditemukan «segera». [1, 2]

Keputusan ini diambil dalam konteks perang berdurasi lima bulan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Konflik tersebut ditandai dengan terhambatnya secara strategis Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi pasokan energi global. [1, 2, 3]

Poin-poin utama pengumuman

Penangguhan serangan: Donald Trump menyatakan telah membatalkan operasi yang akan segera dilakukan dan menargetkan infrastruktur energi Iran setelah diskusi menit-menit terakhir dengan para pemimpin Timur Tengah, terutama putra mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

[1, 2, 3]

Persyaratan AS: Kesepakatan yang diusulkan oleh Washington harus mencakup pembukaan kembali «segera, lengkap, dan total» Selat Hormuz serta penghentian ancaman yang terkait dengan program nuklir Iran. [1, 2]

Perbedaan narasi: Meskipun Trump mengumumkan dimulainya kembali perundingan, otoritas Teheran secara tegas membantah adanya pembicaraan langsung yang direncanakan dengan Amerika Serikat. Iran menyatakan hanya melakukan perundingan terpisah dengan Oman untuk mengelola navigasi di selat tersebut. [1, 2, 3, 4]

Dampak pada pasar dan kripto

Pembalikan geopolitik ini memicu pergerakan finansial yang signifikan pada Senin, 3 Agustus 2026:

Jatuhnya minyak: Harga minyak mentah turun lebih dari 5%, dengan Brent kembali ke kisaran 83 $ per barel.

Reaksi aset kripto: Tagar tersebut menjadi viral di platform pertukaran (seperti OKX atau HTX). Meredanya ketegangan secara sementara mendorong investor meninggalkan aset safe haven untuk menyuntikkan kembali modal ke Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), sehingga menyebabkan pemulihan teknis pasar kripto. [1, 2, 3, 4]