🚨 Emigrasi Israel Terus Menarik Perhatian saat Riset Baru Menyoroti Peningkatan Keberangkatan
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Haaretz, dengan mengutip studi terbaru dari para peneliti di Universitas Tel Aviv, diperkirakan sekitar 90.000 warga Israel mungkin telah meninggalkan negara itu selama tahun 2025 berdasarkan analisis data dari Biro Statistik Pusat Israel.
Para peneliti mencatat bahwa status resmi emigrasi biasanya hanya dikonfirmasi setelah seseorang berada di luar negeri selama 12 bulan. Namun, studi ini meneliti orang-orang yang sebelumnya telah menghabiskan setidaknya tiga bulan berturut-turut di luar Israel, dengan alasan bahwa tren historis menunjukkan banyak dari kelompok ini pada akhirnya menetap di luar negeri secara permanen.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tren yang dilaporkan meningkat setelah 2023 ini mencakup jumlah yang signifikan dari para profesional berkeahlian tinggi seperti dokter, insinyur, profesor, pemegang gelar PhD, serta penerima penghasilan tinggi lainnya.
Menanggapi temuan tersebut, pemimpin studi Prof. Itai Ater dari Universitas Tel Aviv mengatakan bahwa angka-angka saat ini belum menimbulkan ancaman langsung terhadap ketahanan internal Israel, tetapi memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, pada akhirnya dapat berdampak besar pada ekonomi dan keamanan negara.
Sumber: Laporan Haaretz yang mengutip riset dari Universitas Tel Aviv berdasarkan data dari Biro Statistik Pusat Israel.
#Israel #MiddleEast #IsraelEconomy #Migration
$BTC $ETH $DOT
Menurut sebuah laporan yang diterbitkan oleh surat kabar Israel Haaretz, dengan mengutip studi terbaru dari para peneliti di Universitas Tel Aviv, diperkirakan sekitar 90.000 warga Israel mungkin telah meninggalkan negara itu selama tahun 2025 berdasarkan analisis data dari Biro Statistik Pusat Israel.
Para peneliti mencatat bahwa status resmi emigrasi biasanya hanya dikonfirmasi setelah seseorang berada di luar negeri selama 12 bulan. Namun, studi ini meneliti orang-orang yang sebelumnya telah menghabiskan setidaknya tiga bulan berturut-turut di luar Israel, dengan alasan bahwa tren historis menunjukkan banyak dari kelompok ini pada akhirnya menetap di luar negeri secara permanen.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tren yang dilaporkan meningkat setelah 2023 ini mencakup jumlah yang signifikan dari para profesional berkeahlian tinggi seperti dokter, insinyur, profesor, pemegang gelar PhD, serta penerima penghasilan tinggi lainnya.
Menanggapi temuan tersebut, pemimpin studi Prof. Itai Ater dari Universitas Tel Aviv mengatakan bahwa angka-angka saat ini belum menimbulkan ancaman langsung terhadap ketahanan internal Israel, tetapi memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, pada akhirnya dapat berdampak besar pada ekonomi dan keamanan negara.
Sumber: Laporan Haaretz yang mengutip riset dari Universitas Tel Aviv berdasarkan data dari Biro Statistik Pusat Israel.
#Israel #MiddleEast #IsraelEconomy #Migration
$BTC $ETH $DOT