Kenal seorang cewek yang jaga malam di unit IGD rumah sakit, kenal waktu lagi latihan angkat besi. Seusai jaga malam, dia sering datang dengan lingkar hitam di bawah mata untuk latihan “relaksasi” “mengurangi stres”.

Suatu hari di bulan Desember tahun lalu, setelah selesai jaga malam besar, sekitar jam empat pagi lebih, dia nyetir pulang. Di perjalanan, di ponselnya harga sedang anjlok dengan cukup ganas; portofolionya sudah floating rugi sekitar tiga puluh ribu. Dia bilang kelopak matanya dari tadi terus berkedip-kedip.

Saat itu badannya benar-benar ngantuk berat, dan dia berpikir: mending jual saja, biar tidak usah lihat dan hati pun tidak makin kesal. Jari-jarinya sudah menyentuh opsi “jual”, ragu-ragu sampai belasan detik. Pada akhirnya tetap tidak jadi menekan. Ponselnya dia masukkan ke dalam tas, lalu langsung tidur.

Bangun-bangun sudah jam dua siang. Dia bilang ketika membuka mata, reaksi pertama bukan langsung melihat ponsel—melainkan melongo tiga detik dulu baru berani membukanya. Ternyata floating rugi tiga puluh ribu itu sudah berubah jadi untung kecil, dan masih terus naik.

Belakangan dia cerita ke aku: kalau waktu itu benar-benar dia menekan tombol jual, mungkin sampai sekarang masih menyesal. Tapi dia juga bilang hal seperti ini tidak bisa selalu mengandalkan keberuntungan; kali ini nasibnya berpihak padanya, belum tentu lain kali tidak malah sebaliknya.

Aku nggak tahu apakah kalian pernah mengalami momen seperti ini—jari sudah siap menekan, tapi di detik terakhir, akhirnya ditekan atau tidak?

#币圈故事 #risiko