Menurut CNBC, pasar pariwisata domestik China melemah lebih cepat dari perkiraan. Hilton China mengatakan minggu lalu bahwa pihaknya kini memperkirakan pendapatan per kamar yang tersedia, atau RevPAR, akan turun dengan angka tunggal rendah tahun ini dibandingkan ekspektasi sebelumnya untuk kinerja yang tetap. RevPAR Hilton berbalik dari pertumbuhan 1,3% di kuartal pertama menjadi penurunan 2,2% di kuartal kedua. Sementara itu, CEO Hilton Christopher Nassetta mengatakan ekonomi China tumbuh, tetapi tidak pada kecepatan seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Goldman Sachs mengutip data Smith Travel Research yang menunjukkan hotel RevPAR di seluruh China turun 6% year-on-year hingga akhir Juli setelah penurunan 1% pada bulan Juni, serta menyatakan penurunan 3 poin persentase pada tingkat okupansi dan penurunan 1% pada tarif harian rata-rata membebani pendapatan. Ekonom Natixis Gary Ng mengatakan pengeluaran per kapita untuk pariwisata telah turun tajam sejak kuartal ketiga 2025.
Data Trip.com menunjukkan persaingan harga yang terutama kuat di Shanghai, Xinjiang, dan Yunnan, sementara analisis CNBC atas daftar Trip.com menemukan bahwa menginap akhir pekan pada bulan Agustus di China berkisar dari 40 yuan hingga 18.000 yuan per malam. Hyatt melaporkan peningkatan 18% jumlah pengunjung AS ke China dan kenaikan 24% dari Eropa pada kuartal terakhir, serta mengatakan Greater China RevPAR-nya naik 7,2% pada kuartal kedua.
