Amerika Serikat dan Jepang telah mengonfirmasi intervensi terkoordinasi yang langka di pasar valuta asing untuk mendukung yen Jepang setelah mata uang itu jatuh ke level terendah dalam kisaran 40 tahun terhadap dolar AS. Ini adalah operasi pembelian yen bersama pertama yang dikonfirmasi secara publik antara kedua negara sejak 2011.

Poin penting:

Apa yang terjadi? Kedua pemerintah bertindak bersama untuk membeli yen dan menjual mata uang lain, membantu membalikkan penurunan tajam nilai yen. Setelah pengumuman, yen menguat secara signifikan, bergerak dari sekitar ¥164 per dolar AS ke kisaran pertengahan ¥150an.

Mengapa melakukan intervensi? Yen yang lemah membuat impor—terutama energi dan makanan—lebih mahal bagi Jepang, mendorong inflasi dan meningkatkan biaya bagi rumah tangga serta bisnis. Pejabat juga menyebut kekhawatiran tentang volatilitas berlebihan di pasar mata uang.

Mengapa ini tidak biasa? Ekonomi besar jarang melakukan intervensi bersama di pasar mata uang. Tindakan terkoordinasi seperti ini biasanya hanya terjadi ketika pergerakan nilai tukar dianggap mengganggu stabilitas sistem keuangan global.

Apakah akan berhasil? Intervensi dapat memberi efek kuat dalam jangka pendek, tetapi banyak ekonom meyakini dukungan yang bertahan lama bagi yen bergantung pada fundamental yang mendasarinya—terutama kesenjangan antara suku bunga AS dan Jepang. Selama suku bunga AS tetap jauh lebih tinggi, investor mungkin terus lebih memilih aset berbasis dolar, sehingga menambah tekanan baru pada yen.

Langkah ini juga menandakan koordinasi keuangan yang tidak biasa dekat antara Washington dan Tokyo, dengan kedua pemerintah menyatakan mereka siap untuk melakukan intervensi lagi jika kondisi pasar mengharuskannya. $BTC