Saham Korea kembali anjlok hampir 9%, namun Morgan Stanley justru berbalik menjadi bullish

Hari ini Samsung Electronics dan SK hynix sama-sama ditutup melemah hampir 9%, dan pasar penyimpanan (storage) di bursa AS juga mulai terganggu menjelang pembukaan akibat sentimen saham Korea.
Namun pada saat pasar sedang paling panik, Morgan Stanley justru menaikkan peringkat saham Korea ke tingkat “overweight”, dengan target KOSPI 9000 poin—setara dengan potensi kenaikan sekitar 36%.
Tebasannya bukan “sudah habis jatuhnya”, melainkan bahwa penurunan paling ganas yang dipicu aksi leverage mungkin sudah berlalu.
Ada satu rangkaian yang sangat jelas di putaran penurunan saham Korea kali ini:
Saham berbobot turun → ETF ber-leverage dipaksa mengurangi posisi → indeks terus jatuh → posisi pendanaan (margin) dan hedge fund kembali menjual.
Fundamental menentukan arah, sedangkan leverage menentukan kecepatan.
Tapi sekarang belum bisa menutup mata untuk beli murah:
yang benar-benar murah terutama adalah Samsung dan hynix, bukan seluruh saham Korea.
Dana asing juga belum kembali mengalir secara berkelanjutan.
Pendanaan ritel dan produk-produk berbasis leverage belum sepenuhnya terselesaikan (clear).
Selanjutnya, fokus pada tiga hal: apakah kedua perusahaan meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham, apakah harga dan pesanan HBM4 bisa bertahan, serta apakah siklus iPhone generasi baru pada bulan September dapat mendorong permintaan storage konsumsi.
Ini mungkin merupakan “batas bawah akibat leverage”, tetapi belum tentu “bisa untung untuk semua orang”.
Kamu lebih yakin bahwa fase pengurangan leverage sudah mendekati akhir, atau akan menunggu konfirmasi dari arus dana asing dan data industri?