šŸŒ”ļø data makro — gambaran inflasi akhirnya membaik
Juli menghadirkan data inflasi terbaik sejak perang dimulai — dan itu menjadi poin positif utama bulan ini šŸ‘‡
CPI Juni masuk pada 3,5% YoY — di bawah perkiraan 3,8%, penurunan bulanan terbesar sejak April 2020, didorong oleh harga bensin yang turun hampir 10% saat Hormuz mulai normal kembali. PPI juga masuk lebih lemah. Core PCE melandai secara bulanan. Pembukaan kembali Hormuz akhirnya mulai terlihat di data. Inflasi belum selesai — tetapi untuk pertama kalinya dalam beberapa bulan, arahnya bergerak ke kondisi yang tepat. šŸŒ”ļø
Di sisi lain — PDB terus melambat, ekonomi kehilangan momentum. NFP hanya +57K — jauh di bawah ekspektasi — dengan revisi turun untuk April dan Mei sebesar total 74K. Pasar tenaga kerja melemah. Tapi kemudian muncul sinyal yang saling bertentangan — permohonan tunjangan pengangguran turun menjadi 187K, yang terendah sejak September 1969. Data seolah mengirim pesan campur sepanjang bulan. 🧠
āœ… CPI: 3,5% — di bawah perkiraan, pendinginan nyata pertama sejak perang
āœ… Core PCE: melandai MoM — inflasi di pipeline ikut mereda
āœ… PPI: di bawah ekspektasi — harga produsen menormalkan
šŸ“‰ PDB: melambat — ekonomi kehilangan momentum
šŸ“‰ NFP: +57K — jauh di bawah 110K yang diharapkan
😳 Permohonan pengangguran: 187K — terendah sejak September 1969
😬 Kontradiksi makro: pertumbuhan lemah + tenaga kerja ketat + inflasi yang mulai melandai

#PCE #NFP #GDP #dyor