Berdasarkan statistik terbaru komunitas, insiden toko kartu fisik Taiwan “Xiao Yang Card Society”, diperkirakan nilai yang terlibat bisa mencapai sekitar 400 juta yuan baru Taiwan (NTD). Nilai yang terdampak sangat mengejutkan.
Kejadian ini juga kembali mengingatkan kita akan satu hal:
Banyak orang selama ini mengira kartu hanya sekadar hobi niche, padahal tidak demikian.
Berdasarkan data, pada tahun 2024, kartu sudah menjadi salah satu kategori produk konsumsi impor yang penting di Taiwan. Selama periode 2019–2025, CAGR sekitar 26,9%, dengan kecepatan pertumbuhan bahkan berada di kelompok teratas.
Pemain kartu di Taiwan mungkin tidak yang terbanyak dari sisi jumlah, tetapi jika dilihat dari nilai pengeluaran, ukuran pasar tidak bisa diabaikan.
Inilah alasan utama saya selalu melihat potensi besar pada pasar on-chain TCG (Trading Card Game) dan juga untuk terus mengembangkan @renaissxyz.
Sekarang mari lihat Jepang.
Berdasarkan statistik dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), pasar kartu Jepang tumbuh dari 177,6 miliar yen pada FY2021 menjadi sekitar 338,4 miliar yen pada FY2025. Dalam empat tahun, pertumbuhannya sekitar 90%.
Perkiraan CAGR pasar TCG global juga tetap sekitar 10,67%.
Sementara di Taiwan, pada 2024 kartu Pokémon menguasai:
• Nilai pengeluaran 72,46%
• Frekuensi pembelian 84,61%
Hampir menjadi inti dari seluruh pasar kartu.
Yang lebih menarik lagi, minggu lalu Jepang secara resmi membentuk aliansi lintas partai anggota parlemen yang fokus pada pasar kartu. Mereka akan meneliti arah pengawasan untuk isu-isu seperti penimbunan barang (stockpiling), spekulasi/heat-up, pemalsuan, hingga pencucian uang.
Ini berarti kartu sudah bukan lagi “pasar mainan”, melainkan pasar aset baru yang mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dalam beberapa tahun ke depan, menurut saya yang benar-benar patut diperhatikan bukan hanya harga kartu, melainkan:
CardFi, RWA, perdagangan on-chain, pinjaman, indeks harga, derivatif, serta bagaimana proses finansialisasi seluruh koleksi (Collectible Finance) akan berkembang.
Namun, di tengah pertumbuhan pasar yang cepat, juga perlu diingat:
Setiap pasar dengan imbal hasil tinggi dan likuiditas tinggi, selalu disertai risiko yang lebih besar.
Baik kartu fisik, TCG on-chain, maupun aset kripto, semuanya harus melakukan manajemen risiko, bukan mengejar kenaikan secara membabi buta.
Bagaimana gelombang pasar kartu ini akan menyusun ulang kembali permainannya, layak untuk terus diamati.
Untuk data detailnya, kalian bisa lihat cuitan Kak @Alvin0617 yang akan lebih lengkap.
Kejadian ini juga kembali mengingatkan kita akan satu hal:
Banyak orang selama ini mengira kartu hanya sekadar hobi niche, padahal tidak demikian.
Berdasarkan data, pada tahun 2024, kartu sudah menjadi salah satu kategori produk konsumsi impor yang penting di Taiwan. Selama periode 2019–2025, CAGR sekitar 26,9%, dengan kecepatan pertumbuhan bahkan berada di kelompok teratas.
Pemain kartu di Taiwan mungkin tidak yang terbanyak dari sisi jumlah, tetapi jika dilihat dari nilai pengeluaran, ukuran pasar tidak bisa diabaikan.
Inilah alasan utama saya selalu melihat potensi besar pada pasar on-chain TCG (Trading Card Game) dan juga untuk terus mengembangkan @renaissxyz.
Sekarang mari lihat Jepang.
Berdasarkan statistik dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI), pasar kartu Jepang tumbuh dari 177,6 miliar yen pada FY2021 menjadi sekitar 338,4 miliar yen pada FY2025. Dalam empat tahun, pertumbuhannya sekitar 90%.
Perkiraan CAGR pasar TCG global juga tetap sekitar 10,67%.
Sementara di Taiwan, pada 2024 kartu Pokémon menguasai:
• Nilai pengeluaran 72,46%
• Frekuensi pembelian 84,61%
Hampir menjadi inti dari seluruh pasar kartu.
Yang lebih menarik lagi, minggu lalu Jepang secara resmi membentuk aliansi lintas partai anggota parlemen yang fokus pada pasar kartu. Mereka akan meneliti arah pengawasan untuk isu-isu seperti penimbunan barang (stockpiling), spekulasi/heat-up, pemalsuan, hingga pencucian uang.
Ini berarti kartu sudah bukan lagi “pasar mainan”, melainkan pasar aset baru yang mulai mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Dalam beberapa tahun ke depan, menurut saya yang benar-benar patut diperhatikan bukan hanya harga kartu, melainkan:
CardFi, RWA, perdagangan on-chain, pinjaman, indeks harga, derivatif, serta bagaimana proses finansialisasi seluruh koleksi (Collectible Finance) akan berkembang.
Namun, di tengah pertumbuhan pasar yang cepat, juga perlu diingat:
Setiap pasar dengan imbal hasil tinggi dan likuiditas tinggi, selalu disertai risiko yang lebih besar.
Baik kartu fisik, TCG on-chain, maupun aset kripto, semuanya harus melakukan manajemen risiko, bukan mengejar kenaikan secara membabi buta.
Bagaimana gelombang pasar kartu ini akan menyusun ulang kembali permainannya, layak untuk terus diamati.
Untuk data detailnya, kalian bisa lihat cuitan Kak @Alvin0617 yang akan lebih lengkap.