Saya meneliti lebih dalam indikator ini: NUPL turun menembus angka 0 tidak berarti BTC sudah mencapai titik terbawah!

Merekap 4 siklus sebelumnya:

2011: Saat NUPL menembus 0, BTC sekitar $5,8; setelah 66 hari turun menjadi $2,3, lalu terus turun 60%;
2015: Saat turun menembus, sekitar $328; setelah 102 hari turun menjadi $178, lalu terus turun 46%;
2018: Saat turun menembus, sekitar $4,9k; setelah 26 hari turun menjadi $3,2k, lalu terus turun 34%;
2022: Saat turun menembus, sekitar $22,1k; setelah 160 hari turun menjadi $15,8k, lalu terus turun 29%.

Polanya sangat jelas: NUPL menembus angka 0 mengonfirmasi bahwa “seluruh jaringan memasuki rugi terapung”, bukan “harga langsung mencapai dasar”.

Dari pelepasan keuntungan hingga kerusakan terhadap pokok, pasar masih perlu waktu untuk menyelesaikan tiga hal ini:

pemegang saham di posisi puncak menyerah;
aset/kupon yang merugi mengalami pergantian (turnover) secara menyeluruh;
kekuatan pihak penjual perlahan melemah.

Perlu diperhatikan, seiring membesarnya skala pasar, penurunan harga setelah menembus 0 sedang menyempit secara bertahap, namun waktu pembentukan dasar tidak ikut dipercepat.

Khususnya pada 2022, setelah NUPL menembus 0, BTC masih berfluktuasi selama 160 hari sebelum akhirnya muncul titik terendah.

Ini menunjukkan bahwa dasar pada pasar yang sudah matang mungkin tidak lagi bergantung pada satu kali penurunan tajam, melainkan melalui proses pencernan posisi yang terjebak dalam waktu yang lebih panjang.

Sementara itu, saat ini NUPL masih berada di atas angka 0, yang berarti secara keseluruhan jaringan belum memasuki rugi terapung.

Jadi, sekarang lebih mendekati fase kompresi profit, bukan fase kapitulasi penuh yang umum terjadi pada dasar bear historis.