#baby Satu hal yang saya sadari saat meneliti @BabylonLabs_io hari ini:

Orang sering menggunakan kata "trustless" seolah itu berlaku untuk seluruh ekosistem. Biasanya tidak.

Ambil contoh Babylon's Trustless Bitcoin Vault (TBV).

Tujuannya sederhana: gunakan BTC sebagai jaminan tanpa bergantung pada jembatan, sehingga mengurangi salah satu asumsi kepercayaan terbesar dalam kripto.

Itu merupakan peningkatan infrastruktur yang berarti.

Tapi kemudian saya melihat data pasar.

- TVL sekitar $2,61B (DefiLlama), turun kira-kira 19% selama minggu lalu.
- $BABY memproses sekitar $6,2M dalam volume perdagangan 24 jam.
- Hanya sekitar ~13% volume itu terjadi di DEX, sedangkan ~87% diperdagangkan di bursa terpusat.

Itu tidak berarti TBV tidak bekerja.

Namun itu menyoroti sesuatu yang lebih menarik:

Sifat trustless itu spesifik lapisan.

Sebuah protokol bisa menghapus trust dari lapisan jaminannya, sementara penemuan harganya masih sangat bergantung pada bursa terpusat.

Dua hal itu adalah masalah yang benar-benar berbeda.

Yang satu berkaitan dengan keamanan aset.
Yang lainnya berkaitan dengan struktur pasar.

Kripto sering memperlakukan desentralisasi seperti sesuatu yang biner—entah itu terdesentralisasi atau tidak.

Pada kenyataannya, setiap protokol berada di suatu titik pada spektrum:

• Penyelesaian bisa trustless.
• Jaminan bisa trustless.
• Tata kelola bisa terdesentralisasi.
• Likuiditas masih bisa terpusat.

Setiap lapisan memiliki asumsi kepercayaannya sendiri.

Jadi pertanyaan yang lebih baik bukan:

"Apakah protokol ini trustless?"

Melainkan:

"Bagian mana yang trustless, dan bagian mana yang masih bergantung pada perantara tepercaya?"

Itu jauh lebih berguna sebagai kerangka untuk menilai infrastruktur kripto.
@BabylonLabs_io