BITCOIN CFN

  • Galaxy mengidentifikasi serangan kedua, sehingga total kerugian melampaui $75 juta.

  • Para peneliti melacak 1.158,81 BTC yang dicuri dari 2.673 alamat yang terkait dengan Coldcard.

  • Para ahli keamanan mendesak pengguna yang terdampak untuk memindahkan dana ke dompet baru yang dibuat.

Galaxy Research mengatakan pihaknya mengidentifikasi gelombang kedua pencurian Bitcoin yang terkait dengan kerentanan dompet Coldcard, sehingga total kerugian meningkat menjadi 1.158,81 BTC senilai sekitar $75,1 juta. Menurut Galaxy Research, dua serangan tersebut menargetkan 2.673 alamat antara 30 Juli dan 31 Juli, sementara seluruh dana curian tetap tidak tersentuh di tujuh dompet yang dikendalikan penyerang. Para peneliti juga memperingatkan bahwa serangan tambahan masih mungkin terjadi.

Gelombang Kedua Memperluas Serangan

Menurut Galaxy Research, serangan pertama mencuri 1.082,65 BTC dari 1.195 alamat dalam 41 menit pada 30 Juli. Operasi kedua dimulai sekitar 27 jam kemudian dan menguras 76,16 BTC lagi dari 1.478 alamat berbeda selama tiga jam dan 42 menit.

Para peneliti mengatakan dua kelompok korban tidak berbagi alamat yang saling tumpang tindih. Mereka menambahkan bahwa serangan kedua menjangkau lebih banyak dompet, tetapi menargetkan saldo yang jauh lebih kecil dibanding kampanye pertama.

Galaxy Research juga menemukan pola biaya transaksi yang berbeda antara kedua serangan tersebut. Gelombang pertama secara konsisten menggunakan biaya 30 sat/byte, sementara gelombang kedua terutama menggunakan 10 dan 50 sat/byte, dengan beberapa transaksi yang lebih kecil menggunakan sekitar empat sat/byte.

Peneliti Memantau Bitcoin Hasil Curi

Menurut Galaxy Research, seluruh 1.158,66 BTC tetap tidak dibelanjakan di tujuh alamat yang dikendalikan oleh pelaku. Para peneliti mengatakan tidak adanya pergerakan ini tidak biasa untuk pencurian sebesar itu.

Perusahaan tersebut menambahkan bahwa transfer apa pun ke bursa atau layanan pencampuran (mixing services) akan menjadi pengembangan besar berikutnya. Mereka juga mencatat bahwa para insinyur di Block mungkin telah menemukan informasi identifikasi yang terkait dengan dugaan pelaku.

Sementara itu, Galaxy Research mengatakan metode pelacakannya bergantung pada sidik jari transaksi, bukan kerentanannya sendiri. Para peneliti memperingatkan bahwa penyerang di masa depan bisa menghindari deteksi dengan mengubah biaya transaksi, menambahkan output perubahan (change outputs), menggunakan alamat tujuan yang terpisah, atau menyebarkan transfer dalam periode yang lebih lama.

Peringatan Keamanan Berlanjut

Galaxy Research mendesak pengguna yang memiliki dompet Coldcard hasil satu-satunya tanda tangan (single-signature) yang terdampak untuk memindahkan dana ke dompet yang baru dibuat segera. Namun, mereka menyatakan bahwa pengguna dengan dompet multi-tanda tangan (multisignature) tetap terlindungi jika perangkat Coldcard saja tidak dapat mengotorisasi transaksi.

Kepala Penelitian Galaxy, Alex Thorn, juga menduga seorang peretas mengonversi sebagian Bitcoin korban yang dicuri melalui THORChain menjadi Ether sebelum menyetor sekitar 229,72 ETH ke Duel Casino. Thorn mengatakan korban dan seorang peneliti meminta pembekuan, tetapi platform tersebut menyarankan untuk menghubungi polisi.

Secara terpisah, pendiri Binance Changpeng Zhao, yang dikenal sebagai CZ, mengatakan pembaruan firmware tidak dapat melindungi dompet self-custody yang sebelumnya telah dibuat. Ia menambahkan bahwa pengguna harus memindahkan dana yang terdampak karena pengembang tidak dapat mengakses perangkat yang terisolasi (air-gapped) atau memperbarui seed dompet yang sudah ada.

Postingan Coldcard Bitcoin Theft Tops $75M saat Galaxy Research Mengidentifikasi Gelombang Serangan Kedua muncul di Crypto Front News. Kunjungi situs web kami untuk membaca lebih banyak artikel menarik tentang cryptocurrency, teknologi blockchain, dan aset digital.