Setiap siklus pasar memiliki karakteristik perilaku on-chain yang unik, dan beberapa indikator pasar Bitcoin saat ini menunjukkan bahwa kita mungkin berada di tengah bull market dan bukan di akhir. Dengan menganalisis perubahan kepemilikan pemegang jangka panjang, aliran bursa, jumlah alamat baru, dan data lainnya, kita dapat membangun kerangka kerja penentuan posisi siklus yang lengkap, membantu investor mengidentifikasi posisi pasar saat ini dalam sejarah.

Rasio MVRV memberikan referensi posisi siklus yang penting. Indikator ini mencerminkan tingkat keuntungan keseluruhan investor dengan membandingkan nilai pasar dengan nilai pasar yang direalisasikan (yaitu dasar biaya on-chain). Rasio MVRV Bitcoin saat ini sekitar 2,1, berada di rentang netral, jauh di bawah puncak siklus 2017 (di atas 4,5) dan puncak 2021 (di atas 3,2), tetapi lebih tinggi dari dasar siklus (di bawah 1,0). Data historis menunjukkan bahwa ketika MVRV menembus 2,5 dan stabil, sering kali bertepatan dengan periode percepatan bull market; sedangkan di bawah 1,5 sering kali merupakan periode akumulasi. Tingkat saat ini menunjukkan pasar telah keluar dari rentang dasar, tetapi belum memasuki fase euforia.

Perubahan posisi pemegang jangka panjang (LTH) adalah kunci untuk menilai tahap siklus. Pada awal bull market, posisi LTH umumnya meningkat secara stabil; memasuki fase pertengahan, LTH mulai mengurangi kepemilikan untuk mengambil keuntungan, tetapi kecepatannya masih moderat; sedangkan pada puncak siklus, LTH cenderung meningkatkan penjualan secara agresif. Data saat ini menunjukkan porsi kepemilikan LTH bertahan di kisaran 71%, dengan tingkat perubahan bulanan di bawah 0,5%. Kondisi yang tenang ini mirip dengan periode Q4 2016 dan Q3 2020, yang juga merupakan ciri bull market fase pertengahan. Yang lebih penting, persentase keuntungan yang sudah terealisasi pada LTH (yakni proporsi keuntungan saat dijual) hanya 12%, jauh di bawah 35% atau lebih pada puncak siklus bull sebelumnya, mengindikasikan bahwa sikap menahan masih kuat.

Arus bersih bursa secara langsung mencerminkan keseimbangan permintaan dan penawaran di pasar. Sejak Q4 2025, bursa terus mengalami arus keluar bersih; rata-rata arus keluar bersih per bulan mencapai 60.000 BTC. Dalam sejarah, arus keluar yang berkelanjutan seperti ini biasanya muncul pada awal hingga pertengahan bull market, sedangkan puncak siklus sering disertai arus masuk bersih bursa (karena investor cenderung melakukan profit taking). Misalnya, pada April 2021, ketika harga mencetak rekor tertinggi, bursa mengalami arus masuk bersih sekitar 80.000 BTC per minggu; setelah itu, pasar mencapai puncak. Tren arus keluar bersih saat ini telah berlangsung selama 4 bulan dan belum terlihat tanda percepatan, yang menunjukkan proses akumulasi masih berlanjut.

Jumlah alamat baru dan aktivitas jaringan digunakan untuk mengukur panasnya pasar. Saat ini, jumlah alamat baru harian Bitcoin kira-kira 300.000, naik sekitar 40% dibanding awal 2025, namun masih lebih rendah daripada puncak bull market 2021 yang mencapai 500.000. Pertumbuhan yang relatif moderat ini menunjukkan masuknya investor baru secara bertahap, bukan lonjakan FOMO. Yang lebih penting, total kapitalisasi pasar stablecoin telah menembus 31,4 miliar dolar AS, menyediakan cadangan likuiditas yang cukup bagi pasar kripto. Secara historis, pertumbuhan kapitalisasi stablecoin biasanya mendahului harga Bitcoin sekitar 6–8 bulan, karena stablecoin merepresentasikan kesiapan dana di luar bursa (OTC).

Dibanding siklus-siklus sebelumnya, perbedaan mendasar pasar saat ini terletak pada optimalisasi struktur investor. Pada siklus 2017, pasar digerakkan oleh ritel melalui ICO; pada siklus 2021, didorong bersama oleh institusi dan ritel; sementara pada siklus saat ini, institusi, pemegang jangka panjang, dan negara (misalnya El Salvador) menjadi pembeli utama. Perubahan struktur ini menurunkan volatilitas pasar dari lebih dari 100% di awal menjadi 45%, sehingga keberlanjutan tren menjadi lebih kuat.

Bagi investor, makna penentuan posisi siklus adalah untuk menyusun strategi yang sesuai. Pada fase akumulasi (tahap yang saat ini diduga berlangsung), strategi terbaik adalah DCA berkala (investasi rutin) dan membagi akumulasi dalam lapisan (layering) kepemilikan; pada fase pertengahan bull market, perlu menggabungkan analisis teknikal untuk melakukan trading berbasis gelombang (swing). Sementara pada area puncak siklus, sebaiknya secara bertahap mengurangi porsi aset dan beralih ke pengelolaan dana stablecoin. Data on-chain secara keseluruhan mendukung penilaian “bull market fase menengah”, tetapi tetap perlu memantau secara ketat sinyal-sinyal puncak seperti perubahan kepemilikan LTH, pembalikan arus masuk bersih dari bursa, serta terjadinya terobosan MVRR di atas 3,0.
@砸你乃个别 #币安钱包TGE $BTC $ETH

ETH
ETHUSDT
2,420.92
+1.18%

BTC
BTCUSDT
76,175.1
+0.77%