🚨🚨🚨BERITA UTAMA🚨🚨🚨
TRUMP MEMBERI PERINTAH. TUJUANNYA SEKARANG BUKAN LAGI UNTUK BERNEGOSIASI: TAPI PENYERAHAN.
Menurut Wall Street Journal, Trump memerintahkan serangan baru terhadap Iran yang bisa dimulai pada akhir pekan ini dan berlangsung selama beberapa hari, dengan tujuan yang secara terang-terangan untuk memaksa penyerahan pihak Iran.
🔻 Trump dalam rapat kabinet hari Jumat: "kita akan menghantam dengan sangat keras, sampai Teheran bilang sudah tidak sanggup lagi."
🔻 CBS dan WSJ melaporkan bahwa sedang dievaluasi untuk menyerang INFRASTRUKTUR ENERGI: kilang minyak dan pembangkit listrik.
🔻 Komando Pusat sebelumnya sudah menyiapkan pengeboman selama dua minggu terhadap lokasi-lokasi rudal, tetapi sebagian pihak dalam pemerintahan lebih memilih serangan yang lebih singkat dan lebih brutal.
🔻 Ada juga persiapan untuk menyerang infrastruktur NUKLIR, termasuk Pickaxe Mountain di selatan Teheran. Menurut sumber, persiapan itu dipercepat dalam beberapa hari terakhir.
🔻 Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Israel ingin menyerang target energi Iran dan Amerika Serikat masih belum mengizinkan. Kini diperkirakan bahwa Israel akan ikut berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.
🔻 Dari pihak lain: Iran memperingatkan bahwa mereka memiliki "rencana komprehensif" balas dendam" dan bahkan telah mengancam, melalui media pemerintah, untuk menyerang target-target Israel dan infrastruktur energi Amerika di Timur Tengah.
🔻 Pada hari Sabtu, Kuwait mencegat drone-drone Iran di wilayah udara negaranya. Terjadi kerusakan materi di sebuah fasilitas pemerintah di bagian utara dan di kendaraan sipil di pulau Bubiyan.
🔻 Dan ini terjadi setelah serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania.
Perang memasuki BULAN KEENAM.
Mengapa pengumuman ini berbeda dari semua yang sebelumnya?
Karena selama lima bulan Amerika Serikat SECARA SENGAJA menghindari target-target energi Iran karena takut Teheran akan membalas terhadap infrastruktur Teluk dan menerbangkan pasar energi global.
Itulah garis batas terakhir yang belum pernah mereka langgar. Tepat itulah yang kini sedang mereka pertimbangkan untuk dilanggar.
TRUMP MEMBERI PERINTAH. TUJUANNYA SEKARANG BUKAN LAGI UNTUK BERNEGOSIASI: TAPI PENYERAHAN.
Menurut Wall Street Journal, Trump memerintahkan serangan baru terhadap Iran yang bisa dimulai pada akhir pekan ini dan berlangsung selama beberapa hari, dengan tujuan yang secara terang-terangan untuk memaksa penyerahan pihak Iran.
🔻 Trump dalam rapat kabinet hari Jumat: "kita akan menghantam dengan sangat keras, sampai Teheran bilang sudah tidak sanggup lagi."
🔻 CBS dan WSJ melaporkan bahwa sedang dievaluasi untuk menyerang INFRASTRUKTUR ENERGI: kilang minyak dan pembangkit listrik.
🔻 Komando Pusat sebelumnya sudah menyiapkan pengeboman selama dua minggu terhadap lokasi-lokasi rudal, tetapi sebagian pihak dalam pemerintahan lebih memilih serangan yang lebih singkat dan lebih brutal.
🔻 Ada juga persiapan untuk menyerang infrastruktur NUKLIR, termasuk Pickaxe Mountain di selatan Teheran. Menurut sumber, persiapan itu dipercepat dalam beberapa hari terakhir.
🔻 Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan Israel ingin menyerang target energi Iran dan Amerika Serikat masih belum mengizinkan. Kini diperkirakan bahwa Israel akan ikut berpartisipasi untuk pertama kalinya dalam beberapa minggu.
🔻 Dari pihak lain: Iran memperingatkan bahwa mereka memiliki "rencana komprehensif" balas dendam" dan bahkan telah mengancam, melalui media pemerintah, untuk menyerang target-target Israel dan infrastruktur energi Amerika di Timur Tengah.
🔻 Pada hari Sabtu, Kuwait mencegat drone-drone Iran di wilayah udara negaranya. Terjadi kerusakan materi di sebuah fasilitas pemerintah di bagian utara dan di kendaraan sipil di pulau Bubiyan.
🔻 Dan ini terjadi setelah serangan terhadap sebuah pangkalan militer AS di Yordania.
Perang memasuki BULAN KEENAM.
Mengapa pengumuman ini berbeda dari semua yang sebelumnya?
Karena selama lima bulan Amerika Serikat SECARA SENGAJA menghindari target-target energi Iran karena takut Teheran akan membalas terhadap infrastruktur Teluk dan menerbangkan pasar energi global.
Itulah garis batas terakhir yang belum pernah mereka langgar. Tepat itulah yang kini sedang mereka pertimbangkan untuk dilanggar.