Sistem pemakaman baru akan diterapkan pada 30 Maret 2026, intinya adalah: semuanya disederhanakan. Di kota, pemakaman dapat dilakukan dengan pembakaran, sementara di daerah pegunungan dapat dilakukan dengan pemakaman tanah, tetapi harus dimasukkan ke dalam makam umum. Bagi yang ingin melakukan pemakaman di bawah pohon atau pemakaman bunga, negara bahkan akan memberikan subsidi. Di masa depan, layanan dasar seperti pembakaran dan pengangkutan akan gratis atau memiliki harga seragam nasional, dengan harga yang transparan, sehingga tidak ada ruang untuk kecurangan.

Dulu mengapa rakyat jelata takut mati, bukan hanya karena takut meninggalkan dunia ini, tetapi juga karena takut merepotkan anak-anak setelah meninggal, takut bahwa satu upacara pemakaman saja bisa menghabiskan seluruh tabungan seumur hidup, bahkan harus berhutang.

Sekarang, dengan harga yang dipublikasikan secara terbuka, pemerintah memberikan jaminan kepercayaan kepada rakyat biasa, sehingga semua orang tahu bahwa bahkan di saat terakhir, negara akan menanggung segalanya, tidak akan membebani Anda dengan beban keuangan.

Pemakaman dengan pembakaran bagi warga kota, dan pemakaman tanah bagi penduduk pegunungan—aturan ini sangat realistis, tidak menerapkan pendekatan seragam, menghargai kebiasaan lokal dan adat istiadat berbeda, ini disebut dekat dengan masyarakat, sehingga lebih mudah diterima oleh rakyat.

Dulu, di beberapa daerah, untuk mendorong pemakaman dengan pembakaran, mereka terlalu kasar dan langsung, bahkan terjadi kejadian lucu seperti 'merebut peti mati', membuat rakyat marah. Sekarang, dengan aturan jelas bahwa daerah pegunungan boleh melakukan pemakaman tanah, ini adalah pembelajaran dari masa lalu, menekankan manusia sebagai pusat.

Namun, ada syarat utama: harus dimasukkan ke dalam makam umum, hal ini sangat penting. Dulu, di pedesaan, pemakaman liar sangat merajalela, tidak hanya membuang-buang lahan pertanian, tetapi juga membuat pegunungan dipenuhi makam, terlihat menakutkan. Kini, tanah tetap bisa digunakan untuk bercocok tanam.

Mendukung pemakaman di bawah pohon atau pemakaman bunga, bahkan memberikan subsidi, adalah langkah yang cerdas. Ini ramah lingkungan, menghemat lahan, dan meninggalkan ruang hijau bagi generasi mendatang. Ini adalah cara nyata dengan uang sungguhan untuk mendorong perubahan kebiasaan, jauh lebih efektif daripada sekadar memasang spanduk atau berteriak slogan.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah memahami dengan jelas bahwa rakyat bukan tidak masuk akal, tetapi peduli pada uang dan lahan. Dengan memberikan subsidi, tidak hanya menghemat biaya membeli makam, tetapi juga mendapatkan insentif. Siapa pun bisa menghitungnya, jadi orang-orang secara alami akan mendukung.

Ini juga membantu mengurangi beban bagi tanah kita. Dengan begitu banyak orang, jika setiap orang membutuhkan sebidang tanah besar sebagai makam, maka generasi mendatang akan kesulitan menanam apa pun atau makan apa pun. Negara harus memikirkan jangka panjang, bukan hanya melihat keuntungan jangka pendek.

Ini berbeda dengan reformasi pemakaman tanah dulu, yang diterapkan secara paksa. Sekarang, pendekatannya lebih lembut, memberikan wajah dan substansi, membuat masyarakat merasa bahwa pemakaman yang modern bukanlah mempermalukan leluhur, melainkan berbuat kebajikan.

Mengubah layanan pemakaman menjadi transparan juga memutus rantai keuntungan gelap. Dulu, di beberapa tempat pemakaman, harga layanan tertentu ditetapkan seperti teka-teki, baru terungkap saat tagihan dibayar, ternyata sangat mahal. Sekarang, tidak ada ruang bagi kecurangan.

Bagi para pelaku bisnis pemakaman yang dulu menikmati keuntungan tinggi, ini seperti petir di siang bolong. Dulu mereka menguasai pasar berkat ketidakseimbangan informasi. Kini, ketika negara mengambil alih layanan dasar, masa keemasan mereka benar-benar berakhir.

Rakyat sering berkata 'tidak mampu mati'. Aturan baru ini bertujuan menghancurkan mantra itu secara tuntas, sehingga akhir hidup tidak lagi dipenuhi oleh uang, tetapi kembali pada rasa hormat dan duka cita terhadap orang yang telah meninggal.

Ini juga merupakan bentuk kemajuan sosial. Hanya ketika urusan kematian rakyat diatur dengan baik, mereka bisa hidup tenang, tanpa harus terus-menerus khawatir bahwa setelah meninggal akan menjadi beban bagi keluarga.

Gaya pamer-pamer dan pesta besar dalam pemakaman yang dulu ada, perlu dihentikan. Beberapa orang kaya bahkan ingin semua orang tahu, dengan mobil mewah dan pesta besar, hingga menjadi panggung pamer kekayaan.

Sekarang, pemerintah mendorong kesederhanaan, yang sebenarnya adalah membebaskan masyarakat dari beban, memungkinkan orang mengalokasikan uang untuk kehidupan yang lebih baik, bukan untuk pesta kematian. Ini adalah jalan yang benar dalam menjalani hidup.

Ketika kebijakan ini diterbitkan, pasti akan ada yang tidak terbiasa. Karena kebiasaan ribuan tahun dari leluhur, mengubahnya tidak mudah, terutama bagi orang tua, yang mungkin merasa tidak membakar kertas dan tidak mengadakan upacara besar adalah tidak berbakti.

Maka kita perlu secara bertahap memberikan arahan. Kebaktian sejati adalah memberikan perhatian dan perawatan saat orang tua masih hidup, bukan sekadar upacara besar setelah meninggal. Merawat orang tua dengan baik jauh lebih bermakna daripada pesta besar setelah kematian.

Pemerintah membuat aturan ini bukan untuk menyulitkan siapa pun, tetapi demi masa depan semua orang. Sumber daya lahan terbatas, kita harus menyisakan jalan hidup bagi generasi mendatang, bukan mengubur semua tanah subur.

Diterapkan pada tahun 2026, dengan masa transisi yang diberikan, ini memberi waktu kepada pemerintah daerah untuk membangun makam umum dan melengkapi fasilitas, agar tidak terjadi kekacauan saat kebijakan diterapkan tanpa persiapan.

Ini juga bagian dari pembangunan peradaban ekologis. Pemakaman di bawah pohon atau pemakaman bunga sangat bagus, kembali ke alam, debu kembali menjadi debu, tanah kembali menjadi tanah. Saat berkunjung untuk berziarah, itu seperti berjalan-jalan di taman, suasana hati jauh lebih baik dibandingkan di tempat pemakaman yang suram.

Secara keseluruhan, sistem pemakaman baru ini benar-benar serius dan tulus demi kebaikan rakyat. Ini menutup jalan keuntungan dari kematian, sekaligus membuka jalan bagi kehidupan yang layak bagi yang masih hidup—kebijakan yang nyata dan bermanfaat.

Kita harus menyadari arah besar ini, mengikuti kebijakan negara, jangan terjebak oleh pikiran kuno dan kebiasaan lama. Karena hidup harus terus maju, peradaban juga harus maju. Jika urusan kematian diatur dengan baik, maka orang yang masih hidup akan memiliki lebih banyak martabat.