Saya membaca Babylon lagi, dan terus terang, saya tersangkut pada detail kecil yang lumayan berarti.

Bukan bagian staking-nya.

Tapi bagian saat meninggalkan (atau menarik diri).

Awalnya, saya mengira hal utamanya adalah sekadar bisa melakukan staking BTC tanpa harus kehilangan kendali atas aset.

Tapi kemudian saya mulai bertanya-tanya…

apa yang terjadi ketika saya tidak ingin staking lagi?

Di situlah semuanya jadi lebih menarik buat saya.

Pihak finality provider punya peran penting, tetapi mereka tidak bisa begitu saja memutuskan apakah BTC saya bisa kembali kepada saya.

Dan itu membuat saya berhenti sejenak.

Karena menurut saya, kita biasanya bertanya, “Harus percaya kepada siapa?”

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Siapa yang punya kuasa untuk menghentikan saya?”

Itu tidak benar-benar hal yang sama.

Sebuah protokol bisa memiliki berbagai partisipan dengan tanggung jawab yang berbeda tanpa memberi semuanya kendali yang sama atas aset Anda.

Itu terdengar seperti keputusan desain yang kecil.

Tapi saya tidak berpikir itu kecil.

Semakin saya membaca Babylon, semakin saya menyadari batas-batas kecil ini antara apa yang seseorang bisa pengaruhi dan apa yang sama sekali tidak bisa mereka lakukan.

Dan anehnya, itu justru makin menarik bagi saya dibanding staking-nya sendiri.

Mungkin self-custody yang baik bukan hanya soal menjaga kunci Anda.

Mungkin itu tentang memastikan otoritas pihak lain punya batas yang sangat jelas.

@BabylonLabs_io #baby $BABY

$BEE
$GRVT
Keeping custody
50%
Controlled exit paths
0%
Faster BTC staking
0%
More validator power
50%
2 Voting • Voting ditutup