#韩国KOSPI一度涨17%创单日纪录 Korea KOSPI pada 31 Juli sempat melonjak 17% selama sesi perdagangan, memecahkan rekor kenaikan harian terbesar dalam sejarah 📈, namun jelang penutupan kembali melemah. Saham Samsung Electronics sempat naik hingga 26%, SK Hynix sempat melonjak hingga 29%, dan ETF KOSPI juga mengalami gejolak hebat 📉. Akar dari “roller coaster” ini bukan pada fundamental, melainkan pada leverage dan sentimen.

Pemicu langsungnya adalah Microsoft dan Amazon yang menegaskan akan terus menambah infrastruktur komputasi berbasis AI, ditambah reli semalam sektor semikonduktor di bursa AS, yang kemudian menyulut aksi rebound sebagai bentuk “pembalasan” 📈. Namun, motif yang lebih dalam adalah bahwa penurunan tajam sebelumnya sendiri dipicu oleh deleveraging dan aksi panik—otoritas Korea sebelumnya sempat melonggarkan perizinan ETF leverage 2x untuk satu saham, dan lebih dari 90% pemegangnya adalah investor ritel. Ketika investor asing sepanjang tahun ini secara kumulatif melepas sekitar 100 miliar dolar saham Korea, serta keluar senilai 33,8 miliar dolar hanya pada bulan Juni, investor ritel terpaksa menutup posisi (forced selling). Mekanisme leverage mengubah koreksi yang semestinya normal menjadi penguatan berjenjang menjadi rangkaian circuit breaker 📉.

Dalam jangka pendek: rebound setelah oversold + perbaikan ekspektasi belanja modal (capital expenditure) untuk AI, sehingga KOSPI berpotensi melanjutkan tren bergejolak namun cenderung menguat 📈.

Dalam jangka panjang: bobot sektor semikonduktor terlalu terkonsentrasi (Samsung + SK Hynix menyumbang lebih dari 60% bobot KOSPI 200), daya tawar penetapan harga oleh investor asing melemah, regulasi leverage memang sudah diperketat tetapi proses deleverage belum selesai, sehingga volatilitas kemungkinan masih bertahan pada level tinggi; sikap kehati-hatian cenderung bearish 📉. “Badai Juli” ini mengingatkan kita: saat euforia leverage mereda, tidak ada yang bisa steril dari pengaruh fundamental.
$KORU
$SAMSUNG
$SKHYNIX