Seorang jenius AI berusia 24 tahun menjadi salah satu investor paling berpengaruh di pasar sebelum leverage dan margin call memaksa penjualan saham teknologi senilai miliaran dolar, menurut Bloomberg.

Bloomberg's Sri Natarajan mengatakan pada Bloomberg Open Interest bahwa sebuah kerajaan AI futuristik mengalami salah satu kesalahan paling tua dan paling berbahaya di Wall Street.