Yang menonjol bagi penulis adalah berkembangnya kesenjangan antara teknologi Babylon dan performa pasar token BABY.

Dari perspektif produk, Babylon tampaknya memenuhi janjinya. Pemegang Bitcoin dapat melakukan staking BTC asli tanpa membungkusnya, dengan mengandalkan jembatan, atau tanpa menyerahkan kustodi aset mereka. Desain ini jelas dan praktis, dan sejauh ini protokolnya sendiri tampak berjalan dengan lancar.

Token justru menceritakan kisah yang berbeda. BABY berada di sekitar $0.01094, turun kira-kira 15% sepanjang pekan terakhir, dengan kapitalisasi pasar sekitar $44 juta. Meski protokolnya mengalami kemajuan, token tersebut kesulitan memperoleh momentum, sehingga muncul jarak yang terlihat antara fundamental proyek dan cara pasar menilainya.

Uji besar berikutnya datang pada 10 Agustus 2026, saat 136,11 juta token BABY dijadwalkan untuk dibuka (unlock). Peningkatan pasokan beredar dapat memberi tekanan tambahan pada harga jika permintaan tidak cukup kuat untuk menyerap token-token baru yang tersedia tersebut.

Penulis tidak berargumen bahwa token ini pasti gagal atau bahwa proyek tersebut dinilai terlalu tinggi. Sebaliknya, mereka menyoroti satu pertanyaan sederhana yang belum dijawab pasar: Apakah BABY pada akhirnya akan mencerminkan kekuatan protokol Babylon, atau apakah ekonomi token terus membebani harganya?
#baby @BabylonLabs_io $BABY