Peluang melalui Undang-Undang Clarity tahun ini telah merosot hingga hanya tinggal 37%, dan ini benar-benar seperti siraman air dingin bagi siapa pun yang berharap gelombang arus kas institusional akan segera merapat ke pasar.

Laporan terbaru dari JPMorgan menunjukkan bahwa kebuntuan hukum ini bukan sekadar cerita tentang prosedur administratif. Hambatan tersebut secara langsung memperlambat proses masuk bagi bank dan dana besar. Lebih berbahaya lagi, jika koridor hukum untuk blockchain publik terus tetap samar, tren tokenisasi aset akan terseret kembali ke infrastruktur keuangan tradisional, alih-alih menghadirkan likuiditas baru bagi pasar crypto.

Pandangan saya adalah bahwa arus uang yang cerdas selalu mengutamakan kejelasan hukum sebelum penyaluran dana dalam jumlah besar. Tumpang tindih kewenangan di antara berbagai regulator AS akan membuat pasar terus berada dalam kondisi menunggu dan lebih rentan terhadap kabar-kabar makroekonomi. Pada fase ini, melindungi modal dan tetap bersabar untuk mengamati respons pergerakan harga di area-area kunci lebih penting daripada mencoba memprediksi tren jangka panjang. Selalu kelola risiko dengan ketat sebelum setiap keputusan transaksi.

#PhapLy #ThiTruong #DauTu #Crypto