Federal Reserve mungkin akan menaikkan suku bunga lagi pada bulan September, tetapi yang benar-benar berbahaya bukanlah satu kali kenaikan, melainkan ketika pasar menyadari bahwa ini mungkin bukan yang terakhir.
Dalam rapat kebijakan bulan Juli, Federal Reserve tetap mempertahankan suku bunga di 3,50%—3,75%.
Secara lahiriah tidak ada kenaikan suku bunga, tetapi ada perubahan penting:
Di antara 12 anggota, 3 orang sudah mendukung kenaikan suku bunga segera sebesar 25 basis poin.
Ekspektasi Wall Street juga mulai bergeser dengan cepat.
Bank of America memperkirakan Federal Reserve dapat menaikkan suku bunga secara beruntun pada bulan September, Oktober, dan Desember, masing-masing sebesar 25 basis poin; Deutsche Bank memperkirakan kenaikan pada bulan September dan Desember masing-masing satu kali.
Namun, JPMorgan tetap berpandangan bahwa Federal Reserve tahun ini mungkin akan tetap diam.
Artinya, pasar sekarang tidak lagi memperdagangkan satu hasil yang pasti, melainkan risiko yang semakin besar:
Jika inflasi terus berada di atas target, kenaikan suku bunga pada bulan September mungkin bukan penyesuaian kebijakan yang bersifat satu kali, melainkan titik awal untuk gelombang pengetatan berikutnya.
Bagi aset berisiko, ini berarti:
imbal hasil obligasi AS bisa terus bertahan di level tinggi
valuasi saham teknologi menghadapi kompresi lebih lanjut
dolar kemungkinan terus menguat
$BTC dan tekanan likuiditas untuk altcoin bisa meningkat
Yang lebih merepotkan, pasar keuangan biasanya tidak menunggu sampai Federal Reserve secara resmi menaikkan suku bunga sebelum turun.
Begitu pasar mulai percaya pada “kenaikan beruntun”, harga aset akan direvaluasi lebih awal.
Menurut Anda, kenaikan suku bunga pada bulan September hanya sekadar peringatan, atau awal dari siklus pengetatan baru?
$BTC #美联储 #加息预期 #宏观市场