Hari ini aku mengeluarkan kartu “Sangokushi” yang dulu pernah kuoleksi saat kecil. Saat itu, berapa banyak mie instan yang membuatku dengan kejam membuangnya—sekarang yang tersisa adalah kenangan masa muda.

Dari hal-hal kecil terlihat, sebenarnya pasar barang koleksi selalu menarik.

Orang yang benar-benar menyukai koleksi memang banyak, tetapi masalah yang sama terus ada di seluruh pasar: efisiensi peredarannya tidak tinggi.

//////////////////////

Sekarang, jika kamu ingin membeli satu kartu, kamu harus mencari kanal, melihat rating, dan membandingkan harga.
Kalau ingin menjual satu kartu, kamu juga perlu mempertimbangkan apakah ada orang yang mengakui rating tersebut, di mana penitipannya, dan apakah penyerahan bisa dilakukan dengan aman.
Banyak proses yang hingga hari ini masih diselesaikan secara offline. Informasi antar wilayah dan antar toko kartu juga sulit saling terhubung.

Jadi, aku selalu merasa bahwa biaya terbesar dalam koleksi bukanlah membeli—melainkan peredarannya.

Renaiss @Renaiss Collectibles yang ingin dibangun adalah seperangkat infrastruktur yang berfokus pada likuiditas barang koleksi.

Ia menghubungkan bukan hanya para kolektor, tetapi juga brankas fisik, toko barang koleksi, dan pasar transaksi.
Barang koleksi yang nyata tetap disimpan di brankas fisik, tetapi status penitipan, catatan kepemilikan, serta verifikasi aset dapat disinkronkan ke blockchain, sehingga lebih banyak partisipan dapat menyelesaikan transaksi dengan memanfaatkan satu set data yang tepercaya.

Hal ini sebenarnya cukup penting.

Karena pasar barang koleksi selama ini cenderung terpecah-pecah. Setiap toko kartu punya persediaannya sendiri, setiap brankas punya cara pengelolaannya sendiri, dan setiap platform punya aturan transaksi sendiri. Bagi para kolektor, aset memang ada, tetapi kemampuan untuk beredar selalu terbatas.

Jika para pihak ini bisa membangun koneksi yang seragam, barang koleksi tidak lagi sekadar pajangan, melainkan benar-benar menjadi aset yang memiliki likuiditas.

//////////////////////

Sejak platform @Renaiss Collectibles diluncurkan pada fase Beta, pengguna terdaftar sudah lebih dari 260.000, dan pendapatan kumulatif melebihi 20 juta dolar AS. Pengguna utamanya berasal dari Korea, Jepang, Taiwan, serta Asia Tenggara—wilayah-wilayah dengan budaya koleksi yang relatif lebih matang.
Data setidaknya ini menunjukkan bahwa transaksi barang koleksi di blockchain sudah memiliki kebutuhan nyata, bukan sekadar berhenti pada tahap konsep.

Dibandingkan membahas berapa nilai sebuah kartu, aku justru lebih peduli apakah seluruh pasar bisa membentuk perputaran yang berkelanjutan.

Menurutku, inilah yang ingin dilakukan oleh Renaiss @Renaiss Collectibles : benar-benar menghubungkan kolektor, brankas, toko kartu, dan pasar, agar barang koleksi memiliki efisiensi modal yang lebih tinggi.