Sebuah pengadilan di Moskow telah memperketat tindakan penahanan terhadap Igor Runets, pendiri BitRiver, perusahaan penambangan kripto terbesar di Rusia. Pengadilan Distrik Zamoskvoretsky memindahkan Runets dari tahanan rumah ke fasilitas penahanan pra-peradilan pada Rabu, 29 Juli.

Kini, Runets harus menjalani setidaknya dua bulan di penahanan sementara penyidik terus membangun kasus mereka.

Dakwaan Penipuan

Jaksa menuduh Runets berdasarkan Bagian 4 dari Pasal 159 KUHP Rusia, yang mencakup penipuan berskala besar yang dilakukan oleh kelompok terorganisir. Para penyidik menduga kasus ini menyebabkan kerugian hampir 1 miliar rubel kepada En+, sebuah grup perusahaan metalurgi dan energi Rusia.

Menurut penyidik, sebuah perusahaan yang dikendalikan oleh Runets menerima pembayaran muka penuh dari anak usaha En+ untuk peralatan penambangan. Peralatannya tidak pernah dikirim, dan dana tersebut tidak pernah dikembalikan.

Mengapa Pengadilan Memperketat Hak Asuh

Pejabat penegak hukum mendorong agar Runets dipindahkan ke tahanan, dengan alasan baik skala dugaan kerusakan maupun kekhawatiran bahwa ia dapat menekan saksi dalam perkara tersebut. Pengadilan memihak para penyidik dan mengabulkan permohonan tersebut.

Perwakilan BitRiver dan pengacara Runets belum memberikan respons publik atas putusan tersebut. Para penyidik mengatakan bahwa kasus ini kini akan bergantung pada pemeriksaan peralatan dan kesaksian saksi dari En+.

Bukan Masalah Hukum Pertama Runets Tahun Ini

Ini bukan pertama kalinya Runets menghadapi pembatasan hak asuh pada 2026. Otoritas Rusia menangkapnya pada Februari dengan dugaan menyembunyikan aset yang dimaksudkan untuk menutupi utang pajak, sehingga ia ditempatkan di bawah tahanan rumah terkait dugaan penggelapan pajak.

Kesulitan Keuangan BitRiver Semakin Memburuk

Perkara hukum ini menambah rangkaian masa sulit bagi BitRiver, yang telah menempati peringkat pertama di antara perusahaan pertambangan Rusia berdasarkan pendapatan dan secara luas digambarkan sebagai penambang kripto terbesar di negara itu. Perusahaan kini menghadapi kebangkrutan dan perubahan kepemilikan.

Fox Group, pemilik BitRiver, diperkirakan memiliki utang sekitar $9,2 juta. Perusahaan mengajukan kebangkrutan setelah menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki dana atau aset yang cukup untuk membayar kembali apa yang mereka utangkan.