Bayangkan tatanan dunia baru di mana mata uang kertas perlahan memudar dan seluruh sistem diam-diam beralih ke sesuatu yang tanpa kertas—sesuatu yang digital—sesuatu yang tidak bisa dicetak lagi dalam semalam oleh siapa pun. Dan dalam gambaran itu, Bitcoin, Ethereum, dan Babylon bukan pemain latar; mereka justru menopang seluruh strukturnya.

Saya sedang memikirkan ini beberapa waktu lalu, setengah mengawang, setengah serius—cara yang kita lakukan ketika sebuah gagasan terus membayangi. Bitcoin adalah bagian yang tak lagi diperdebatkan: aset keras, sesuatu yang dipercaya orang karena tidak ada yang bisa mengendalikannya. Ethereum adalah tempat aktivitas sesungguhnya hidup: peminjaman, kontrak, mesin yang membuat uang digital melakukan sesuatu, bukan sekadar dibiarkan begitu saja. Dan Babylon adalah jembatan yang tenang di antara keduanya—membiarkan arus kepercayaan Bitcoin mengalir ke aktivitas Ethereum tanpa membungkusnya, tanpa mengumpulkannya, tanpa menyerahkannya kepada kustodian mana pun yang belum pernah Anda temui.

Itulah bagian yang membuat saya terpaku. Bitcoin tetap persis di tempatnya, terkunci di blockchain-nya sendiri, namun entah bagaimana tetap menjadi agunan yang berguna di tempat lain. Tidak ada perantara yang menahan koin Anda sebagai sandera. Tidak ada momen “percaya saja.” Hanya bukti yang bekerja, melakukan pekerjaan yang dulu dilakukan oleh kustodian.

Saya terus kembali ke pemikiran yang sama. Jika ini benar-benar arah uang: tanpa kertas, tanpa batas, terverifikasi oleh kode—bukan oleh institusi—maka aset yang bertahan tidak hanya yang diyakini orang. Mereka akan menjadi yang benar-benar bisa membuktikan diri di mana pun tanpa meminta izin.

Di sanalah saya akhirnya sampai pada sesuatu—di antara rasa ingin tahu dan keyakinan.

Kalau uang kertas memang benar-benar memudar suatu hari nanti, menurut Anda dari ketiga ini, mana yang akhirnya memikul beban paling besar?

$BABY #baby @BabylonLabs_io