China untuk pertama kalinya mengungkapkan bahwa rudal YJ-20-nya diluncurkan dari sebuah kapal perusak yang lebih kecil, yang menunjukkan kemungkinan penerapan lebih luas dari salah satu senjata hipersonik paling canggihnya, menurut Bloomberg.
Pengungkapan tersebut mengarah pada penggunaan rudal itu di armada kapal yang lebih luas, meskipun sumber tersebut tidak memberikan rincian tambahan.
