Saya mengira bagian paling menarik dari tokenomik Babylon adalah alokasi untuk komunitas. Namun, yang terus membuat saya kembali adalah 1,5 miliar token BABY yang dicadangkan untuk tim inti, karena itu mengubah cara saya memandang horizon operasional jaringan.

Awalnya angka itu terlihat seperti alokasi pendiri yang standar. Tetapi setelah membandingkannya dengan arsitektur dan model tata kelola Babylon, rasanya lebih seperti anggaran koordinasi jangka panjang daripada sekadar kepemilikan.

Babylon berupaya menghubungkan para staker Bitcoin, penyedia finalitas, validator, aplikasi, dan tata kelola menjadi satu pasar keamanan. Hubungan-hubungan itu mahal untuk dipelihara jauh sebelum hubungan tersebut menjadi berkelanjutan secara mandiri. Validator membutuhkan insentif yang dapat diprediksi. Pengembang inti harus terus meningkatkan infrastruktur. Keputusan tata kelola tetap berlanjut bahkan setelah protokol diluncurkan. Semua itu tidak hilang begitu versi pertama tayang.

Struktur legal membuat hal ini semakin menonjol. Dokumentasinya berulang kali memisahkan operasi protokol dari tanggung jawab hukum. Artinya, sistem ini memang dirancang agar para peserta berkoordinasi melalui insentif, bukan bergantung pada operator pusat. Jika asumsi itu ingin bertahan selama bertahun-tahun, pihak yang memelihara protokol juga perlu insentif yang berlaku dalam jangka panjang.

Saya juga memperhatikan bahwa aktivitas GitHub dan pekerjaan rekayasa yang terus berjalan selaras dengan gagasan tersebut. Protokol yang terus menyempurnakan asumsi keamanan dan perkakas operasional tidak bisa hanya mengandalkan motivasi jangka pendek.

Alokasi token mulai terlihat kurang seperti penghargaan untuk membangun Babylon dan lebih seperti upaya untuk membiayai pekerjaan yang lambat dalam menjaga agar jaringan koordinasi tetap berfungsi setelah euforia mereda. #baby $BABY @BabylonLabs_io