The CLARITY Act telah menemui hambatan lain. Dewan Senat AS kini diperkirakan akan menunda pembahasan RUU CLARITY hingga September, saat para legislator memasuki masa reses Agustus dengan agenda legislatif yang padat. Artinya, salah satu RUU paling dinantikan dalam industri $BTC kemungkinan besar tidak akan mendapat pemungutan suara di Senat sebelum jeda, dan jalurnya untuk menjadi undang-undang pada tahun 2026 semakin tidak pasti. Pasar bahkan sudah mulai bereaksi terhadap penundaan tersebut. Menurut Polymarket, probabilitas RUU CLARITY menjadi undang-undang tahun ini turun menjadi 28%, dari 82% pada awal tahun ini. Tantangan utama masih meliputi: • Kalender Senat yang padat. • Kebutuhan 60 suara untuk mengatasi filibuster. • Negosiasi yang masih berlangsung terkait ketentuan etika. • Pemilihan umum paruh waktu yang dapat semakin memperlambat kemajuan legislasi. Bahkan jika Senat akhirnya menyetujui RUU tersebut, RUU itu tetap harus kembali ke Dewan Perwakilan Rakyat jika ada perubahan yang dilakukan sebelum bisa sampai ke meja Presiden. Menurut Anda, apakah RUU CLARITY masih memiliki peluang realistis untuk menjadi undang-undang pada 2026 atau akan bergeser ke 2027? #BTC Price Analysis# #Bitcoin Price Prediction: What is Bitcoins next move?#