Badan keamanan Rusia, FSB, secara resmi menempatkan pendiri Telegram, Pavel Durov, dalam daftar buron internasional. Pihak berwenang menuduhnya membantu terorisme, dengan klaim bahwa Telegram gagal menghapus ruang obrolan dan kanal yang digunakan intelijen Ukraina untuk mengoordinasikan serangan di dalam Rusia. Pengusaha teknologi miliarder yang tinggal di Dubai ini bisa menghadapi hukuman penjara hingga seumur hidup jika terbukti bersalah.
$SOL $EVAA
$BTC
$SOL $EVAA
$BTC